Meninggal di Nusakambangan, Napiter Asal Tasikmalaya Dibawa ke Kampung Halaman

Senin, 14 Oktober 2019 12:02 Reporter : Mochammad Iqbal
Meninggal di Nusakambangan, Napiter Asal Tasikmalaya Dibawa ke Kampung Halaman pemakaman napi teroris asal Tasikmalaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang terpidana teroris yang ditangkap Densus 88 di Kalimantan Utara setahun lalu asal Tasikmalaya, RN (21) diketahui meninggal dunia Minggu (13/10) malam di rumah sakit saat menjalani hukuman di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Saat ini jenazahnya sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Iin Tahjudin (58) orang tua RN menyebut bahwa anaknya meninggal setelah dua hari sakit dan sempat muntah-muntah hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit di Cilacap. "Anak saya sudah menjalani beberapa bulan penjara dari vonis yang didapatkan 4 tahun di Nusakambangan," ujarnya, Senin (14/10).

Kabar sakitnya RN, dikatakan Iin sudah ia terima sejak sebelum anaknya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit Cilacap selama dua hari. Sebelum diketahui sakit, ia mengaku bahwa pihak keluarga beberapa kali mengunjunginya di Nusakambangan dan kondisinya baik juga berkomunikasi dengan baik pula.

"Saat dirawat di rumah sakit kami memang belum sempat datang untuk menjenguknya. Tadi jenazahnya datang sekitar pukul 07.30 untuk dimakamkan. keluarga sudah mengikhlaskan kepergiannya, dan tentunya kami meminta maaf kepada semua masyarakat atas kesalahan yang dilakukannya," katanya.

Ia mengaku bahwa awalnya dirinya mereka kaget dan tidak percaya anaknya terlibat aksi terorisme. Iin menyebut bahwa saat ditangkap di Kalimantan anaknya sedang berjualan parfum bersama sejumlah temannya. Namun ketika menerima surat pemberitahuan Densus 88 bahwa RN terlibat aksi terorisme, ia pun akhirnya mempercayainya.

Iin menyebut bahwa RN merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ia menyebut bahwa anaknya memang mudah bergaul dengan siapapun dan rajin beribadah, mengaji dan berbakti kepada orang tua. Setelah lulus SMK, RN disebut ii sempat membantu ayahnya berjualan pakaian di Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

RN sendiri diketahui ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror karena diduga terlibat jaringan terorisme. Peran RN sendiri diketahui sebagai penyalur teroris menuju Filipina. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini