Menhan Ungkap Ancaman dan Perang Paling Bahaya Bagi Indonesia

Rabu, 8 Mei 2019 11:51 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menhan Ungkap Ancaman dan Perang Paling Bahaya Bagi Indonesia Komisi I DPR Gelar Raker Bersama Menhan dan Panglima TNI. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan ancaman yang sangat nyata dan paling berbahaya saat ini yaitu perang pola pikir atau mindset. Masa depan negara sangat bergantung pada pemikiran. Negara bisa hancur jika pemikiran yang muncul mengarah pada hal yang tidak baik.

"Dengan mindset kita dapat berbuat apa saja, yang baik ataupun tidak baik," ujar Ryamizard saat membuka simposium peran mindset pada era keterbukaan informasi di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Perang mindset juga jadi ancaman terhadap ideologi bangsa yaitu Pancasila. Padahal ideologi sebagai alat pemersatu.

"Yang paling berbahaya yaitu ancaman terhadap mindset bangsa Indonesia yang berupaya untuk mengubah ideologi negara Indonesia," lanjut Ryamizard.

Menurutnya, perang mindset adalah metode perang yang murah meriah. Tanpa mengeluarkan satu peluru. Tetapi semua musuh dapat menghancurkan pilar serta sendi-sendi kehidupan berbangsa. Ryamizard mencontohkan beberapa negara hancur lantaran perang mindset. Dia berharap kondisi itu tidak terjadi di Indonesia.

"Contohnya beberapa negara yang hancur karena simbol persatuannya rusak. Dan lain-lain, seperti misalnya Yugoslavia, sudah rusak," kata Ryamizard.

Dia kembali menegaskan bahwa setiap negara memiliki ideologi masing-masing. Ideologi itu tidak akan berubah. Semisal China cocok dengan ideologi Komunisme. Amerika dengan konsep Liberal. Serta Indonesia yang berpegang teguh pada ideologi Pancasila.

Namun dia tidak menutup mata bahwa ancaman perang mindset untuk mengganti ideologi tengah dilakukan terus menerus. Salah satunya dengan khilafah.

"Ancaman khilafah ini sudah terang-terangan ingin mengganti ideologi negara Pancasila. Liberal, sosial ada komunis," katanya.

Ideologi tersebut terus digaungkan melalui dunia pendidikan. Karena itu Menhan meminta para rektor terus mensosialisasikan dan melestarikan nilai-nilai Pancasila agar tertanam di pemikiran generasi masa depan. Sehingga tidak ada ruang bagi khilafah di masa depan Indonesia. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini