Menhan: Orang Tak Capek Turun Mobil Terus Menjelek-jelekkan KPU itu Enggak Pakai Otak

Selasa, 23 April 2019 17:28 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Menhan: Orang Tak Capek Turun Mobil Terus Menjelek-jelekkan KPU itu Enggak Pakai Otak Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan anggota Polri gugur saat mengawal Pemilu 2019 layak diberi penghargaan. Sebab, menurut Ryamizard, tanpa pengawalan petugas KPPS dan anggota Polri itu pesta demokrasi belum tentu berjalan lancar dan aman.

"Saya salut, saya hormat kepada petugas yang meninggal dunia yang rela mengawal demi pesta demokrasi di negara kita berjalan lancar dan aman. Mereka itu adalah pahlawan bagi kita semua," kata Ryamizard seusai memberi pengarahan kepada prajurit Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Selasa (23/4).

Dia menyebut semua pihak harus menghargai kinerja para petugas KPPS yang meninggal demi menjalankan tugas demokrasi. Sebab, dalam proses kerja ada petugas yang sakit, mati-matian, capek dan lain-lain demi lancarnya pesta demokrasi.

"Jadi, kalau masih ada orang yang tidak capek-capek turun mobil terus menjelek-jelekkan KPU dan segala macam itu enggak pakai otak? Lihat dong kerja di lapangan setengah mati, hujan-hujanan, kelelahan, teler di jalan sampai ada petugas tertabrak saat mengawal surat suara, itu harus dihargai. Padahal mereka setengah mati itu kerjanya," ujar dia.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019. "Terima kasih pelaksanaan Pemilu aman, saya sampaikan terima kasih kepada prajurit TNI dan polisi yang telah menjaga keamanan," tukasnya.

Seperti diketahui, dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, hingga Senin (22/4) sore, ada 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Para petugas KPPS yang gugur itu tersebar di 19 provinsi. KPU mewacanakan memberikan santunan kepada petugas KPPS yang menjadi korban itu sekitar 30 hingga 36 juta.

"Terkait jumlah sementara pukul 15.00 KPPS yang tertimpa musibah 90 orang meninggal dunia, 374 orang sakit," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU RI, Senin (22/4). [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini