Mengintip megahnya persiapan Jumenengan Paku Alam X

Selasa, 5 Januari 2016 17:45 Reporter : Kresna
Mengintip megahnya persiapan Jumenengan Paku Alam X Persiapan jumenengan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Jumenengan Paku Alam X akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Yogyakarta. Tidak hanya soal pergantian kepemimpinan, tapi juga pewarisan dan pelestarian kebudayaan Yogyakarta.

Hajatan akbar tersebut pun dipersiapkan tidak hanya seadanya. Penobatan ini disiapkan dengan keseksamaan supaya tidak ada yang luput setiap detik prosesinya.

Sejak Minggu 3 Januari lalu Pura Pakualaman sudah menggelar gladi bersih untuk kirab dan Jumenengan. Namun tidak sampai di situ, persiapan lainnya juga tetap dilakukan, seperti mempercantik Pura Pakualaman, latihan penari hingga pemain gamelan.

Pantauan merdeka.com, Selasa 5 Januari sore, Pura Pakualaman tampak ramai. Tenda-tenda sudah mulai dipasang dan para penari pun berlatih di bangsal utama.

Persiapan jumenengan 2016 Merdeka.com


"Kami berlatih sudah hampir sebulan yang lalu," kata Anggun Herliani salah seorang penari Bedaya Angron Akung yang akan tampil di depan Paku Alam X pada 7 Januari mendatang.

Anggun pun mengaku sangat antusias, sebab belum tentu seumur hidup sekali mendapat kesempatan untuk menari di acara Jumenengan Paku Alam X.

"Grogi rasanya, tapi juga senang karena mendapat kesempatan ini," tambahnya.

Sementara itu Nyimas Tumenggung Probonegoro pelatih tari menjelaskan tari Bedoyo Angron Akung bercerita tentang pencarian jati diri seseorang. Dalam tarian yang diciptakan Paku Alam II tersebut ada simbol kemakmuran dan kesuburan.

"Jumlah penari ada 7 perempuan, kalau dulu semuanya harus perawan kalau sekarang tidak seperti itu," ujarnya.

Selain tarian, kelompok gamelan juga melakukan persiapan juga. Sejak ditetapkan tanggal Jumenengan, mereka langsung berlatih.

"Kami latihan juga sudah lama. Tapi memang tidak ada persiapan khusus karena sudah rutin latihan," kata Sunaryo salah seorang pemain Gamelan.

Selama tarian Bedoyo Angron Akung dilangsungkan, pemain Gamelan akan melantunkan Gending Ladrang Mangungkung sebagai pengiringnya. Selain itu prajurit Lombok Abang juga melakukan latihan di depan bangsal utama Pura Pakualaman. Lantunan genderang dan suling mengantarkan tiap langkah prajurit ke pelataran Pakualaman. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini