KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Mengenang kemesraan SBY-Prabowo saat masih berpangkat Kolonel

Senin, 31 Juli 2017 06:15 Reporter : Ramadhian Fadillah
Prabowo-SBY. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan dua mantan jenderal TNI Angkatan Darat tersebut dilakukan di kediaman SBY berada di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Prabowo-SBY membahas beberapa hal. Salah satunya soal kondisi bangsa dan Undang Undang Pemilu. Pertemuan keduanya berlangsung cair. Prabowo sempat bercanda intel SBY yang hebat, bisa tahu kelemahan dirinya.


"Intelnya Pak SBY masih kuat, dia tahu kelemahannya Prabowo itu nasi goreng. Asal diberi nasi goreng, Pak Prabowo pasti setuju saja," ujar Prabowo disambut tawa para politisi di Cikeas.

Meski tak berkoalisi, kedua pihak sepakat meningkatkan komunikasi Hambalang-Cikeas.

Pertemuan dan foto-foto ini mengingatkan pada foto bersejarah yang menunjukkan sosok Prabowo dan SBY saat masih berpangkat kolonel. Keduanya menghadiri sebuah acara dan sama-sama mengenakan pakaian dinas upacara. Baik Prabowo dan SBY mengenakan baret hijau pasukan lintas udara.

Kemungkinan foto diambil tahun 1991 atau 1993. Saat itu Prabowo kemungkinan menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad sementara SBY menjabat Korspri Pangab.


Pada era 90 awal, kedua sosok ini jadi sorotan. Tahun 1995, Majalah GATRA menulis keduanya termasuk Generasi Muda ABRI dengan karir cemerlang.

Prabowo dikenal sebagai perwira dengan segudang pengalaman operasi tempur. Beberapa kali mendapat kenaikan pangkat luar biasa karena prestasinya di medan laga. Dia pun identik dengan Korps Baret Merah Kopassus walau sempat beberapa kali bertugas di Kostrad.

Sementara SBY dikenal sebagai perwira pemikir dengan karir cemerlang. Dia pernah menjadi Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia. Penugasan tempur SBY pun dialaminya saat menjadi komandan batalyon di Dili.

Prabowo mendapat promosi menjadi jenderal bintang satu saat menjabat komandan Kopassus tahun 1995. Tak lama, SBY menyusul menjadi brigadir jenderal dengan promosi sebagai Kepala Staf Kodam Jaya.

Tahun 1996, Kopassus dimekarkan dari 3 grup menjadi 5 grup. Jabatan Komandan Kopassus pun jadi jatah Mayor Jenderal. Prabowo pun mendapat promosi menjadi bintang dua. Sementara SBY kemudian menjabat Panglima Kodam Sriwijaya.

Namun tak ada kedua jenderal ini yang menjadi Kepala Staf TNI AD atau Panglima TNI. Karir Prabowo redup seiring suhu politik 1998. Dari Panglima Kostrad dia digeser menjadi Komandan Sesko TNI. Inilah untuk pertama kalinya Prabowo tak memegang pasukan selama karirnya.

Sementara SBY kemudian menjadi menteri Pertambangan dan Energi, lalu menteri Polhukam di era Presiden Gus Dur. SBY juga menjadi Menteri Polhukam di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun mengundurkan diri dan mendirikan Partai Demokrat tahun 2004. Dia kemudian berhasil menjadi Presiden RI selama dua periode 2004 hingga 2014.

Prabowo dua kali kalah dalam Pemilu. Tahun 2009, pasangan Mega-Prabowo ditumbangkan SBY-Boediono. Sementara tahun 2014 lalu, Prabowo-Hatta kalah oleh Jokowi-JK.

Kini Prabowo dan SBY kembali bertemu. Bukan lagi sebagai kolonel, tetapi pemimpin partai dan politikus senior Indonesia. Akankah koalisi Cikeas-Hambalang bisa mendudukkan Prabowo ke kursi RI-1? [ian]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.