Mengenang Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

Minggu, 22 Mei 2022 07:36 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Mengenang Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19 Konpers terkait vaksin Covid-19. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Mantan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto meninggal dunia di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (21/5) sore. AchmadYurianto wafat akibat penyakit kanker usus dideritanya.

Nama Achmad Yurianto dikenal publik secara luas, utamanya sejak menjabat sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Almarhum Achmad Yurianto bertugas selama 140 hari sebagai juru bicara pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

"Selama 140 hari terus menerus secara disiplin menyampaikan pesan resmi pemerintah di Media Center Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di BNPB. Beliau adalah seorang pejuang Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui postingan Instagram @wikuadisasmito dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (22/5).

Wiku mengatakan, Achmad Yurianto merupakan Juru Bicara Covid-19 periode Maret-Juli 2020 sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan masa jabatan 2021-2026. Wiku mengenang pertemanan dengan almarhum yang merupakan seniornya saat sama-sama bersekolah di SMA 3 Malang, Jawa Timur.

"Sama-sama berasal dari Kota Malang dan senior saya," kata Wiku.

Wiku telah menganggap Yurianto sebagai saudara sebab pria kelahiran 11 Maret 1962 itu adalah sahabat dari kakak kandung Wiku yang sering belajar dan bermain di rumahnya semasa SMA. Wiku mengatakan, almarhum merupakan tokoh yang sangat luar biasa.

"Pada saat Indonesia baru saja dilanda Covid-19, beliau menjadi garda terdepan pagi, siang, dan malam mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik serta menyampaikan strategi penanganan pandemi," ujar dia.

"Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan Bapak (Achmad Yurianto) selama ini. Semoga kisah-kisah perjuangan beliau dapat menjadi inspirasi bagi kita semua," kata Wiku.

2 dari 4 halaman

Sepak Terjang Achmad Yurianto

Pria kelahiran di Malang, 11 Maret 1962 itu merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1990. Sejak mahasiswa, Yurianto sudah mulai dekat dengan dunia semi-militer.

Pada 1986-1988, ia menjadi Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) dan bergabung dengan akademi militer setelah lulus.

Yurianto kemudian mengawali kariernya menjadi dokter militer. Tahun 1987 ia bergabung menjadi Perwira Pertama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya.

Pada 1991, Yurianto mengabdi di Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali. Di tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi dokter di Lospalos Timor Timur.

Karier Yurianto mulai meningkat ketika menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira, Cimahi Jawa Barat pada 2006.

3 dari 4 halaman

Tahun 2008, dia sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang.

Kemudian, Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada 2009, dan Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI pada 2011.

Setelah berkecimpung dari dokter militer, tahun 2015 Yurianto memulai karirnya Kementerian Kesehatan. Di tahun itu, ia diminta Nila Moeloek yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan untuk menjabat posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Pada pertengahan 2019, Yurianto dipercaya menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Pada tahun yang sama, pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Yurianto pun ditunjuk sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Dia pun terkenal di publik dan tiap sore selalu memberi kabar terbaru perkembangan virus Corona di Tanah Air.

Setelah itu, Yurianto menjabat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada tahun 2020.

Kemudian di tahun yang sama, ia dipercaya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

4 dari 4 halaman

Hingga pada 2021 Yurianto dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Penetapan Dewan Pengawas dan Direktur BPJS Kesehatan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 37 Tahun 2021.

Yurianto meninggal dunia hari ini, Sabtu (21/5) pukul 18.58 WIB. Dia mengembuskan napas terakhir di kampung halamannya, Malang.

"Iya (Achmad Yurianto meninggal dunia) sekitar pukul 18.58 WIB," kata Sekretaris Direktur Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia kepada merdeka.com, Sabtu (21/5).

Yurianto sempat menjalani perawatan kanker usus di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat selama beberapa pekan. Dia kemudian dipindah ke Malang agar lebih dekat dengan keluarga.

[gil]

Baca juga:
Suasana Rumah Duka Achmad Yurianto, Keluarga Mengaji dan Pelayat Berdatangan
Ketua Dewan Pengawas Achmad Yurianto Tutup Usia, BPJS Kesehatan Sampaikan Ucapan Duka
Eks Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia
Ini Profil Mantan Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Mantan Jubir Penanganan Covid-19 Meninggal karena Kanker Usus Stadium Akhir
Jenazah Mantan Jubir Penanganan Covid-19 Dimakamkan di Kota Batu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini