Mengenang 2 operasi Tinombala yang kerahkan personel besar-besaran

Rabu, 20 Juli 2016 07:03 Reporter : Hery H Winarno
Mengenang 2 operasi Tinombala yang kerahkan personel besar-besaran Perburuan teroris Santoso. ©handout/Humas Polda Sulteng

Merdeka.com - Untuk menangkap Santoso dan kelompoknya yang bersembunyi di kawasan hutan belantara di Poso Sulawesi Tengah, Polri dan TNI membuat operasi gabungan. Sejak 26 Januari 2015, Polri telah menerjunkan tim untuk membekuk Santoso.

Periode pertama, operasi yang dimulai pada 26 Januari-26 Maret 2015 itu menggunakan kata sandi Camar Maleo I. Usai Camar Maleo I berakhir, operasi terus dilanjutkan hingga operasi Camar Maleo IV berakhir, namun Santoso belum bisa dibekuk.

Operasi terus berlanjut dengan kata sandi berbeda. Sejak 9 Januari, operasi digelar dengan menggunakan kata sandi Tinombala. Operasi juga melibatkan sekitar 2.500 pasukan gabungan TNI-Polri.

Lewat operasi besar-besaran, Santoso akhirnya berhasil ditembak mati oleh anggota Satgas Tinombala dalam pertempuran Senin (18/7) sore di tengah hutan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memastikan bahwa satu dua orang yang tewas ditembak adalah gembong teroris paling dicari di Indonesia, Santoso.

"Dari sidik jarinya (Santoso) informasi yang baru saya dapatkan identik dengan Sidik jari dia yang lama. Dulu kan pernah ditahan, sehingga kita sudah bisa simpulkan dari sidik jari 100 persen yang bersangkutan (tewas) ya sudah," ungkap Jenderal Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (19/7).

[hhw] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini