Mengenal Tsunami Api, Bencana yang Diprediksi Terjang Cilacap

Selasa, 9 Agustus 2022 12:52 Reporter : Merdeka
Mengenal Tsunami Api, Bencana yang Diprediksi Terjang Cilacap Kerusakan akibat tsunami di Tonga. ©2022 HANDOUT/COURTESY OF VILIAMI UASIKE LATU/AFP

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi tsunami api menerjang pesisir selatan Cilacap, Jawa Tengah. Namun, belum diketahui kapan diperkirakan tsunami api itu terjadi.

Tsunami api berbeda dengan tsunami biasa. Bencana ini belum pernah terjadi di Indonesia sebelumnya.

Masyarakat mungkin masih asing dengan istilah tsunami fire atau tsunami api. Tsunami api terjadi ketika bencana tsunami yang kemudian diikuti dengan kebakaran.

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, tsunami api pernah terjadi di Jepang setidaknya dua kali. Tsunami api pertama terjadi pada tahun 1993. Kejadian diawali dengan gempa di Hokkaido.

Gempa itu disebut terkuat yang dialami Jepang selama 25 tahun terakhir. Tidak lama kemudian, tsunami menghantam pulau Okushiri dan diikuti api yang muncul dari lima perahu nelayan.

Arus tsunami membawa perahu-perahu nelayan yang terbakar ini ke kawasan pemukiman yang membuat rumah-rumah warga ikut termakan api.

2 dari 2 halaman

Profesor di Universitas Shinshu Jepang Yuji Enomoto mengatakan, para saksi melihat gelembung putih dari air laut beberapa menit sebelum muncul api. Menurutnya, gelembung putih tersebut kemungkinan dihasilkan dari senyawa metana.

Enomoto dan rekan-rekannya kemudian membuat penelitian untuk menguji apakah senyawa metana dapat menghasilkan api. Mereka menemukan bahwa ketika energi elektrostatik menghasilkan muatan sebesar 0,28 millijoules, metana akan terbakar.

Sementara tsunami api menerjang Jepang pada 2011. Penelitian yang dilakukan oleh Akihiko Hokugo tahun 2013 dengan judul Mechanism of Tsunami Fires after the Great East Japan Earthquake 2011 and Evacuation From the Tsunami Fires menjelaskan penyebab terjadinya tsunami api di Jepang kala itu.

Pertama, disebabkan karena kebocoran gas elpiji rumahan. Hal ini terjadi ketika tsunami menghantam rumah, gas elpiji ikut terbawa arus air dan menyebabkan regulator gas rusak. Sehingga terjadi kebocoran gas yang memicu munculnya api.

Kedua, kebocoran dari tangki bahan bakar mobil. Sama seperti yang terjadi pada gas elpiji, tsunami menghanyutkan mobil dan merusak tangki bahan bakar. Ketika bahan bakar bocor dan kemudian bertemu dengan material rawan terbakar seperti material kayu, maka dapat menyebabkan ledakan api.

Terakhir, tsunami api dapat terjadi akibat kebocoran tangki minyak. Kondisi ini secara khusus terjadi di Pelabuhan Kesennuma Jepang. Saat itu, terdapat tempat penyimpanan minyak yang bocor akibat tsunami.

Disimpulkan, terdapat tiga faktor utama penyebab tsunami api yang terjadi di Jepang pada 2011 lalu, yakni bocornya material berbahaya gas elpiji, tangki bahan bakal mobil, dan tangki minyak.

Material yang bocor ini kemudian bertemu dengan material mudah terbakar. Diperparah dengan arus air dari tsunami yang membuat api menyebar luas.

Reporter magang: Michelle Kurniawan [tin]

Baca juga:
BNPB: Cilacap Berpotensi Terjadi Tsunami Api
Warga Pesisir Selatan Cianjur Diminta Siaga Gempa dan Tsunami, Begini Kata BMKG
BMKG: Cilacap Berpotensi Terjadi Tsunami 10 Meter dan Gempa Magnitudo 8,7
CEK FAKTA: Hoaks Cuitan BMKG Soal Peringatan Dini Tsunami Tropi
Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 5,5, Pemicunya Aktivitas Subduksi Lempeng

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini