Mengenal Maria Ulfah, tokoh emansipasi wanita asal Banten

Senin, 23 Desember 2013 08:09 Reporter : Saugy Riyandi
Mengenal Maria Ulfah, tokoh emansipasi wanita asal Banten
3. Menjadi pengusul Linggarjati

Merdeka.com - Maria Ulfah sangat memiliki ikatan emosional dengan Kuningan dan Linggarjati. Pasalnya, foto Maria Ulfah terpampang di Gedung Perundingan Linggarjati. Dalam perundingan Linggarjati sendiri Sjahrir yang ditunjuk menjadi pimpinan delegasi.

Peran Maria adalah mengusulkan dan menjadikan Linggarjati sebagai tempat perundingan kepada Sjahrir. Mungkin saja ada keinginan Maria Ulfah untuk bernostalgia dengan kota di mana dia dibesarkan. Tapi, Maria Ulfah menganggap Linggarjati secara geografis bisa menjadi alternatif tempat karena baik pihak Indonesia dan Belanda sempat menemui jalan buntu.

Awalnya, Soekarno dan Hatta menawarkan Yogya sebagai tempat perundingan. Namun, ditolak mentah-mentah oleh pihak Belanda karena Belanda ingin perundingan tersebut dilaksanakan di Jakarta.

Saat perundingan, Sjahrir menginap di Gedung Sjahrir di dekat kolam renang Linggarjati, sementara Soekarno dan Hatta bermalam di Pendopo Kabupaten Kuningan. Perundingan Linggarjati drafnya ditandatangani pada 15 November 1946 di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Sementara penandatanganan resmi dilakukan pada 25 Maret 1947.

Baca juga:
Kisah Profesor pertama Indonesia berasal dari Banten
Kisah heroik pendekar wanita Banten, Nyimas Gamparan dan Melati
Geger Cilegon 1888, perlawanan rakyat Banten terhadap kezaliman
Jawara Banten: Di Banten enggak ada legislatif tapi legislatut
Derita rakyat Banten dibodohi dan dimobilisasi politikus

Topik berita Terkait:
  1. Banten
  2. Ratu Atut Ditahan
  3. Ratu Atut
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini