Mengapa Gus Dur dekat dengan Yahudi

Senin, 16 Desember 2013 03:00 Reporter : Mohamad Taufik
Mengapa Gus Dur dekat dengan Yahudi
1. Tertarik dengan dunia intelektual Yahudi

Merdeka.com - Setelah kuliah di Al-Azhar, Kairo, Mesir, Gus Dur kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum dan Sastra Universitas Baghdad, Irak kurang lebih selama 4 tahun. Di sana cucu pendiri NU Hasyim Asyari itu mempelajari dunia intelektual Yahudi lebih dalam dibanding buku bacaan dan informasi yang dia peroleh.

Seperti dituturkan Mahfudz Ridwan dalam buku: Satu jam lebih dekat dengan 11 tokoh paling inspiratif di Indonesia. Mahfudz merupakan teman Gus Dur sewaktu kuliah di Baghdad. Menurut dia, Gus Dur mendapat sparing partner diskusi tepat, yakni Ramin, seorang keturunan minoritas Yahudi di Irak.

Ramin adalah seorang Jurnalis yang melakukan pekerjaan tambahan di toko pakaian. Keduanya klop karena Ramin seorang pemikir liberal dan terbuka. Gus Dur mendalami pemikiran Ramin tentang politik Yahudi, budaya dan ekonominya, termasuk tragedi kemanusiaan yang dialami Yahudi di Rusia.

Topik pilihan: Humor Gus Dur | PBNU

Topik berita Terkait:
  1. Gus Dur
  2. Bulan Gus Dur
  3. Yahudi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini