Mengaku Polisi, Dua Perampok di Samarinda Ditembak

Selasa, 26 Oktober 2021 00:01 Reporter : Saud Rosadi
Mengaku Polisi, Dua Perampok di Samarinda Ditembak Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dua perampok, Wahyu (23) asal Balikpapan dan Rehan (31) warga Kutai Barat Kalimantan Timur, dibekuk polisi. Modusnya mereka mengaku polisi sedang memeriksa izin mobil travel. Karena melawan, kaki keduanya dilumpuhkan dengan timah panas.

Keduanya dibekuk 20-21 Oktober 2021 lalu. Korbannya adalah Junira (32) warga Tabang, Kutai Kartanegara. Aksi jalanan itu terjadi Jumat (15/10) dini hari di Samarinda.

"Jadi awalnya, korban ini baru pulang dari Kutai Barat mengantar penumpang. Tiba di Samarinda, kawasan Jalan Pahlawan, dipepet mobil Innova hitam," kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zainal Arifin, di kantornya, Senin (25/10).

Zainal menerangkan, korban dibawa masuk ke dalam mobil Innova hitam itu, yang dikemudikan Wahyu ditemani Rehan dan mengaku sebagai polisi dari kota Balikpapan dan meminta uang Rp 30 juta sambil menganiaya korban.

"Pelaku meminta uang sambil menodongkan pistol. Karena tidak punya uang sebanyak itu, korban diturunkan di jalan, dan mobil korban dibawa pelaku," ujar Zainal.

Dari penyelidikan kepolisian, Rabu (20/10), tim Reskrim gabungan Polsek Samarinda Ulu, Sungai Pinang dan Samarinda Kota, dibantu Jatanras Polresta Samarinda menangkap Rehan di kawasan Jalan Pangeran Antasari. Dari Rehan, petugas menyita borgol dan 2 pistol mainan.

"Bekerja sama Jatanras Polda Kaltim, hari Kamis (21/10), Wahyu kami tangkap di Balikpapan juga dengan barang bukti pistol mainan. Sempat melawan, dan kami lakukan tindakan tegas dan terukur. Keduanya kami tetapkan tersangka, dengan pasal 365 KUP tentang pencurian disertai kekerasan," tegas Zainal.

Wahyu dan Rehan, yang kesehariannya pengangguran itu belakangan sudah beraksi sejak 2020 lalu. Tujuh lokasi di antaranya di Samarinda dan sempat viral. Saat beraksi, mereka kerap mengaku sebagai polisi. Itu dibuktikan dengan pistol mainan yang disita, berikut borgol dan masker berlogo TNI/Polri.

"Pulang dari Kutai Barat, korban ini cuma punya uang Rp700 ribu. Tapi pelaku ini tidak mau. Bilang kami jauh-jauh dari Balikpapan cuma dikasih Rp700 ribu. Kami maunya Rp30 juta," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Fahrudi.

'Jadi modus tersangka ini mengaku polisi, merampas mobil dan meminta uang. Mobil dijual lantas untuk berfoya-foya. Kedua pelaku sama-sama eksekutor, dan mengincar korban yang sedang sendiri mengendarai mobil," ujar Fahrudi.

Tersangka.Wahyu, mengakui perbuatannya menodongkan pistol mainan kepada korban. Dia pun punya cara untuk menjerat calon korbannya hingga memasukkan ke dalam mobil sambil menodongkan pistol.

"Saya bilang ke korban soal izin travel angkutan ilegal," aku Wahyu. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini