Mengaku ayahnya, pria di Malang culik anak

Sabtu, 2 November 2013 18:42 Reporter : Moch. Andriansyah
Mengaku ayahnya, pria di Malang culik anak ilustrasi

Merdeka.com - Lantaran bawa kabur anak berusia 2,2 tahun, Agus, asal Malang, Jawa Timur harus berurusan dengan polisi. Pria 47 tahun itu berdalih, balita yang dibawanya itu adalah anak hasil perselingkuhannya dengan ibu sang anak.

"Balita itu dibawa lari untuk diasuh sendiri di rumah tersangka yang ada di Malang," kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti, Sabtu (2/11) sore.

Ia menceritakan, penangkapan tersangka ini bermula saat pihaknya mendapat laporan dari ST (42), warga Semolowaru, Surabaya. ST melapor kalau anak keempatnya telah diculik oleh seseorang pada Rabu 9 Oktober lalu, sekitar pukul 08.10 WIB. Saat itu, balita berjenis kelamin perempuan itu diasuh oleh babysitter.

"Setelah mendapat laporan itu, kami melakukan penyidikan. Dan baru berhasil mengungkap serta menangkap tersangka Jumat (1/11) kemarin," katanya.

Dari pengakuan tersangka, kepada penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, kalau anak yang dibawanya lari itu adalah anaknya sendiri. "Tersangka mengakui, kalau anak tersebut adalah hasil hubungan biologisnya," sambung Suparti.

Tersangka mengaku, kalau dirinya dan ST adalah sepasang kekasih yang kerap berhubungan badan, meski keduanya sudah sama-sama berumah tangga. Kemudian dari hubungan 'gelap' itu, ST melahirkan bayi perempuan.

"Saya menjalin hubungan gelap ini sudah 7 tahun, jadi hubungan intim seperti suami istri juga sudah saya lakukan," aku pria berkaca mata itu kepada penyidik.

Agus nekat menculik bayi itu karena mendapat kabar jika sang bayi tidak dirawat dengan baik. Ia mengatakan, jika anak itu kerap mendapat kekerasan dari orangtuanya.

"Mendengar sering mendapat kekerasan, perasaan saya makin kuat, kalau itu adalah anak saya dari hubungan kami," ujarnya.

Selanjutnya, Aguspun nekat membawa lari bayi yang diakui sebagai anaknya itu ketika ST tengah sakit dan menjalani opname di rumah sakit.

Namun, pengakuan tersangka Agus itu disangkal oleh ST. Meski sudah memiliki empat anak, termasuk bayi yang dibawa lari Agus, ST menolak kalau balita itu adalah hasil hubungan gelapnya dengan Agus.

Untuk pembuktian, pihak kepolisian akan melakukan tes DNA. Sedangkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 330 dan 331 KUHP dan atau Pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

"Untuk kasus ini, tersangka bisa dijerat hukuman tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara sesuai dengan undang-undang perlindungan anak," tegas dia.

[has]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penculikan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini