Menengok Plaza Yogya, mal yang dijarah massa Mei '98

Minggu, 8 Mei 2016 08:30 Reporter : Adriana Megawati
Menengok Plaza Yogya, mal yang dijarah massa Mei '98 Mal Citra Klender.. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Telah delapan belas tahun tragedi 13 Mei 1998 berlalu. Banyak kisah pilu di balik tragedi yang kelam itu. Ribuan pasang mata menyaksikan bahkan mengalami masa-masa yang mengerikan tersebut.

Hal ini dialami oleh Rohmad (70) pedagang kaki lima di sekitar kawasan Plaza Yogya, yang berada di Klender, Jakarta Timur. Sudah puluhan tahun ia bersama sang istri Sumiyati (65) berdagang di kawasan tersebut.

"Saya jualan di sini sudah dari tahun 1990-an dek, dulu tempat itu namanya Plaza Yogya tapi setelah dibakar massa tahun 1998, diganti namanya jadi Mal Citra Klender," kata Rohmad sambil menunjukkan lokasi Plaza Yogya, Kamis (5/5).

Dilanjutkannya, terdapat ratusan jiwa yang terpanggang oleh panasnya bara api yang membakar gedung tersebut.

"Dulu sih waktu genting-gentingnya saya ajak istri saya untuk buru-buru pulang. Saya nggak mau ikut menjarah di situ. Eh bener, banyak yang meninggal, gara-gara rebutan eskalator untuk keluar gedung, selain itu kan gedungnya juga dibakar," celetuk Rohmad.

Dia dan sang istri sangat bersyukur karena memilih untuk pulang pada waktu itu, dibandingkan ikutan menjarah.

"Alhamdulillah, kita bersyukur banget masih bisa menghirup udara sampai sekarang. Dulu bapak langsung ngajak saya pulang, dagangan kita biarin gitu aja, pasrah lah waktu itu, mikirnya selamat aja dari kerusuhan itu," timpal Sumiyati.

Setelah kejadian-kejadian tragis tersebut, ia sering mendengar cerita warga-warga yang singgah di warungnya. Banyak masyarakat yang mendapatkan cerita seram saat berada di mal tersebut.

"Denger dari orang-orang, dulu ada salah satu orang yang selamat dari kebakaran itu, katanya ngumpet di kamar mandi, gak ikut desak-desakan di eskalator. Banyak warga yang cerita katanya ada orang teriak minta tolong lah, ada bau anyir di sekitar. Cuma kalau kejadian tahun 1998 itu saya percaya aja, mungkin arwahnya masih penasaran," tutup Sumiyati.

Hingga saat ini, pantauan merdeka.com Mal Citra Klender, Jakarta Timur masih sangat ramai oleh pengunjung. Beberapa sales terlihat sedang mempromosikan barang dagangannya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Tragedi Mei 98
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini