Menengok masjid pertama di Seoul & penyebaran Islam tentara Turki

Rabu, 7 Juni 2017 11:51 Reporter : Mardani
Menengok masjid pertama di Seoul & penyebaran Islam tentara Turki Seoul Central Masjid. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Keberadaan Seoul Central Masjid tak bisa dilepaskan dari umat Islam di Seoul, Korea Selatan. Masjid yang terletak di Itaewon, Seoul, itu menjadi pusat kegiatan dan berkumpul umat muslim yang berada di ibu kota Korea Selatan itu.

Wartawan merdeka.com, Mardani pada 28 Mei 2017 lalu berkesempatan menengok masjid tersebut. Bangunan masjid terdiri dari dua lantai. Di lantai dasar terdapat ruang kantor Federasi Muslim Korea dan aula pertemuan. Sementara di lantai atas tempat untuk salat. Di masjid ini juga terdapat Islamic Centre.

Selain itu, di masjid ini juga terdapat kelas untuk madrasah, ruang kantor Korea Institute of Islamic Culture (KIIC), Korea Muslim Students Association (KMSA), Korea Muslim Womens Association (KMWA) dan lain sebagainya.

Seoul Central Masjid ©2017 Merdeka.com

Keberadaan masjid ini tak bisa dilepaskan dari keberadaan tentara Turki saat perang Korea 1950-1953. Saat itu banyak tentara Turki yang diutus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi pasukan perdamaian di negeri gingseng tersebut. Demikian dikutip dari buku 'Islam in Korea' yang didapat merdeka.com dari Islamic Centre di masjid itu.

Selain menjalankan misi dari PBB, tentara Turki yang dipimpin oleh Abdulgafur Karaismailoglu juga menyiarkan ajaran Islam kepada warga Korea Selatan yang mengunjungi camp tentara Turki. Alhasil banyak warga Korea Selatan yang tertarik. Abdullah Kim Yu-do, Umar Kim Jin-kyu dan Muhammad Yoon DooYoung adalah warga Korea Selatan generasi pertama yang memeluk Islam atas ajaran tentara Turki.

Tentara Turki itu kemudian membuat komunitas muslim pada September 1955 dan membangun fasilitas untuk beribadah. Setiap akhir pekan, mereka mengundang masyarakat Korea Selatan mengenal dan berdiskusi soal Islam. Alhasil, warga dan tentara Korea Selatan yang memeluk Islam terus bertambah. Hingga Juli 1957, pemeluk Islam di Korea Selatan mencapai 208 orang.

Seoul Central Masjid ©2017 Merdeka.com

Singkat cerita, pada May 1969, pemerintah Korea Selatan, berkomitmen mendonasikan lahan untuk dibangun masjid dan islamic center. Komitmen itu ditepati pada September 1970, lahan seluas 5.000 meter diberikan oleh pemerintah Korsel.

Biaya pembangunan Masjid dan Islamic Center di Seoul itu ditanggung oleh negara-negara Islam. Pembangunan mulai dilakukan Oktober 1974 dan selesai dua tahun kemudian. Peresmian dan pembukaan masjid dilakukan pada 21 Mei 1976 dengan dihadiri lebih dari 50 pemimpin muslim dari 17 negara Islam.

Samsul Arifin, pengurus inti Seoul Central Masjid, mengatakan selain di Seoul, beberapa masjid dan Islamic Centre juga ada di kota-kota lain di Korsel. Salah satunya di Pusan. Islamic Centre di Pusan dibangun sendiri oleh Kedutaan Besar Libya saat masih dipimpin oleh Muammar Khadafi.

Seoul Central Masjid ©2017 Merdeka.com

"Ada lagi Islamic Centre di Kwang Ju. Tapi di Pusan dan Kwang Ju tak terlalu besar. Pusatnya tetap di sini," kata pria berusia 34 tahun asli Indonesia ini kepada merdeka.com.

Selain itu ada juga Masjid Abubakar Assidiq di Jeonju, Anyang Rabita Masjid, Ansan Masjid, Pocheon Islamic Centre, Bupyeong Masjid, Paju Masjid, Gwangju Islamic Dakwah Centre, dan ada sekitar 50 hingga 60 musala.

Samsul menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di Seoul Central Masjid salah satunya adalah membina mualaf.

"Kita kan ada tiga orang, satu orang Korea satu imam. Kita orang Indonesia dua orang jadi muazin, bertiga ganti-gantian bina mualaf," katanya.

Pengunjung Seoul Central Masjid ©2017 Merdeka.com

Menurutnya, tiap akhir pekan atau hari Sabtu muslim Korea Selatan memiliki kegiatan di Seoul Central Masjid. Mereka melakukan kajian bersama soal Islam dan pembinaan.

Pantauan merdeka.com, kompleks Seoul Central Masjid ramai dipadati pengunjung saat Ramadan. Banyak dari pengunjung yang menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka dengan beribadah di dalam masjid atau bersantai di halaman masjid yang memang cukup luas itu.

Hingga kini, diperkirakan pemeluk Islam di Korea Selatan mencapai 35 ribu hingga 45 ribu orang. Jumlah itu terdiri dari warga asli Korea (Sekitar 30 ribu kurang) dan warga keturunan Timur Tengah dan Turki. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini