Menengok Lahan Parkir Khusus Perempuan di RSUD Depok

Rabu, 10 Juli 2019 14:37 Reporter : Merdeka
Menengok Lahan Parkir Khusus Perempuan di RSUD Depok Parkiran khusus perempuan di RSUD Kota Depok. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Pria berseragam Dinas Perhubungan berdiri di depan pintu masuk parkir RSUD Kota Depok. Namanya Choirul. Saban hari dia sibuk mengatur pengendara sepeda motor yang ingin memarkirkan kendaraan. Tapi lebih dulu Choirul melihat jenis kelamin si pengemudi. Dia mengarahkan ke sisi sebelah kiri parkiran apabila yang ditemui pengemudi perempuan.

Di tempat itu terpasang spanduk pink bertuliskan 'Parkir Perempuan' atau 'Ladies Parking'. Lahan yang disediakan khusus oleh Dinas Perhubungan Kota Depok untuk pengemudi perempuan. Belakangan, kebijakan itu menjadi buah bibir di masyarakat.

Tanggapan beragam datang dari masyarakat. Salah satunya Mardiah (25). Dia sangat mendukung adanya pemisahan parkir antara perempuan dan lelaki. "Bagus dong," ucap dia ditemui di RSUD Kota Depok, Rabu (10/7).

Sama halnya Marwan (50). Dia menilai kebijakan ini bisa meminimalisir tindak kejahatan. "Ini kebijakan yang sangat positif. Kita harus dukung," ujar dia.

Berbeda dengan Irma (21) yang justru tak setuju dengan kebijakan tersebut. Menurut dia, parkir menjadi urusan pribadi.

"Sama saja. Mau parkir di mana saja yang penting tukangnya rajin," katanya.

perempuan di rsud kota depok

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, penyediaan lahan parkir khusus untuk pengemudi perempuan bertujuan memberikan kemudahan akses. Di RSUD Kota Depok, kebijakan itu sudah diterapkan sejak 2017.

"Ini sudah lama kami jalani. Kami ini merespon kebutuhan perempuan di dalam memberikan akses parkir. Sebenarnya tidak hanya perempuan, tapi juga difabel, dan lansia," ujar dia.

Dadang menerangkan, parkiran khusus perempuan tak hanya diterpakan di RSUP Kota Depok. Tapi juga sudah ada di beberapa gedung pemerintahan dan pusat perbelanjaan. "Margocity, Depok Town Square dengan kesadarannya menyediakan lahan parkir untuk perempuan," ucap dia.

Dadang bingung kebijakan ini dipersoalkan. Namun, dia tak ambil pusing. "Ini kan bukan sesuatu yang aneh. Tapi hak semua warga menilai. Tujuan kami baik dalam rangka memberikan kemudahan parkir. Tidak hanya di Depok tapi seluruh Indonesia," jelasnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Semrawut Ojek Online Mangkal di Badan Jalan Bikin Kemacetan
Parkir Sembarangan, Mobil-Mobil di Tebet Diderek Petugas
Kolong Tol Becakayu Kalimalang Menjadi Parkir Liar
PKL dan Parkir Liar Kuasai Jalan dan Trotoar di Senen
Aplikasi Parkir Online Mulai Digunakan di Ibu Kota
Imbas Larangan Parkir Pegawai Balai Kota, Kelurahan Kebon Sirih Penuh Kendaraan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polemik Parkir
  3. Rumah Sakit
  4. Depok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini