Menengok aksi Kapolda Kalbar pimpin langsung pemadaman Karhutla

Rabu, 24 Agustus 2016 04:06 Reporter : Nur Aditya
Menengok aksi Kapolda Kalbar pimpin langsung pemadaman Karhutla Pemadaman kebakaran hutan di Kalbar. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Lahan dan hutan (Karthutla) di Kalimantan Barat, kembali terbakar, Selasa (23/8) siang. Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak, memimpin langsung pemadaman karhutla, di lahan ujung jalan Parit Haji Husin II, Pontianak Tenggara.

Musyafak memberikan arahan kepada petugas pemadam, baik dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD Pontianak, Camat dan Lurah hingga petugas pemadam kebakaran swasta.

"Lahan yang terbakar ada di beberapa lokasi seperti dekat Masjid, di ujung Jalan Parit Haji Husin dua, dibelakang Ruko yang sedang dirintis untuk dibangun perumahan, sekitar kompleks perumahan, semuanya di lokasi Jalan Parit Haji Husin II Pontianak Tenggara," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Suhadi SW, dalam keterangan resmi kepada wartawan di Pontianak, Selasa (23/8).

Diterangkan Suhadi, mengingat lahan yang terbakar adalah lahan gambut, sehingga cukup menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman lantaran titik api berada di kedalaman tanah.

"Kondisi ini diperparah lagi dengan sulitnya petugas pemadaman mendapatkan air, sehingga ada warga yg berbaik hati, air penampungan dari PDAM direlakan disedot untuk memadamkan api. Kalau dibiarkan, api akan menjalar kemana mana," ujar Suhadi.

Di saat bersamaan, di lokasi lain, di wilayah desa Rasau Jaya dua Patok 50 yang berjarak sekitar 60 kilometer dari markas Polda Kalbar, lahan yg terbakar cukup besar hampir 200 hektare, lahan milik warga masyarakat.

"Sebenarnya sudah banyak langkah langkah yang dilakukan Polda Kalbar dalam penanggulangan karhutla ini. Diantaranya melakukan tindakan pencegahan dini melalui kegiatan pintu ke pintu yang dilakukan oleh para Babinkamtibmas," ungkapnya.

"Juga memasang maklumat larangan membakar lahan dan hutan, hingga membentuk pleton patroli desa di 1.633 desa. Bekerja sama dgn Dinas Pertanian melakukan rekayasa teknologi pertanian melalui pembuatan Trichodherma dan sebagainya," jelas Suhadi.

Sampai dengan Selasa (23/8), jumlah warga yang dimintai keterangannya berkaitan dengan karhutla berjumlah 7 orang, dimana 3 orang warga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. "Sementara itu yang lainnya masih dalam penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka. Tergantung dari hasil pemeriksaan dan bukti-bukti," ungkap Suhadi.

"Berdasarkan pemantauan dan fakta di lapangan bahwa kebakaran ini terjadi diawali dengan pembakaran yang dilakukan secara sengaja oleh warga, di areal lahan tidur yg ditinggalkan pemiliknya atau untuk membuka pemukiman baru," demikian Suhadi. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kebakaran Hutan
  3. Pontianak
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini