Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menelisik peran Sekjen Golkar dalam suap Akil Mochtar

Menelisik peran Sekjen Golkar dalam suap Akil Mochtar Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. ©2013 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) memanggil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham . Idrus kala itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi dengan tersangka Akil Mochtar .

Lembaga antikorupsi membutuhkan keterangan Idrus karena mengendus adanya permainan suap di dalam sengketa Pilkada, salah satunya pemilihan Gubernur Jawa Timur. Kolega Idrus, Setya Novanto , bendahara partai juga dimintai keterangan.

Saat itu Idrus mengaku dicecar penyidik KPK soal proses pengambilan keputusan dan penetapan calon kepala daerah di Golkar. Namun saat ditanya untuk daerah mana, bekas anggota DPR itu enggan menjelaskan.

Idrus menegaskan jika dalam penetapan tidak ada pungutan biaya sepeser pun. Namun fakta baru terkuak di Pengadilan Tipikor Jakarta. Nama Idrus masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chairun Nisa.

Anggota Majelis Hakim Alexander Marwata mengatakan, Nisa mengaku mendengar ada penyerahan uang buat Akil dalam kaitan pengurusan sengketa pilkada Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebesar Rp 2 miliar. Setelah itu Wali kota Palangkaraya terpilih Riban, beserta kedua temannya, Eva dan Rusliansyah, bertandang ke rumah dinas Akil di Jalan Widya Chandra III nomor 7, Jakarta Selatan.

"Soal Pilkada Palangkaraya, di BAP saudara menyebutkan pemberian uang Rp 2 miliar itu diinisiasi oleh pengurus DPP Partai Golkar , antara lain Mahyudin dan Idrus Marham . Betul seperti itu?," tanya Alexander.

Nisa mengaku tidak tahu dan tidak mengalami langsung hal itu. Dia berdalih cuma mendengar hal itu dari kawannya, Rusliansyah. "Itu isu di luar. Itu rumor. Saya enggak ikut dalam sengketa pilkada Palangkaraya. Saya enggak tahu. Dari awal saya enggak mau bantu Pak Hambit," ujar Nisa berkelit.

Menurut Peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, Oce Madril, dengan adanya fakta di persidangan seharusnya KPK bisa terus mengembangkan perkara tersebut. Oce meminta agar KPK tak berhenti, tetapi memeriksa lagi nama-nama yang terungkap dalam sidang.

"Fakta persidangan bisa kuat. Kesaksian diucap di bawah sumpah, apalagi kalau ada saksi mengatakan dua sampai tiga, bisa jadi bahan," katanya.

Oce melihat ada jaringan dalam partai beringin untuk mengamankan sengketa pilkada. Indikasi ini terlihat dari latar belakang Akil bekas orang Golkar menangani kasus kepala daerah yang diusung Golkar dan perantaranya dari partai yang sama.

"Di sini peran Sekjen, bendahara menjalin hubungan dengan Akil sebagai pejabat tinggi. Ya bisa memuluskan," tuturnya.

Idrus Marham yang coba dimintai konfirmasi tak mengangkat telepon genggamnya. Pesan singkat dikirim merdeka.com sejak semalam juga tidak dibalas.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Sekjen Gerindra Ungkap Golkar Berpotensi Besar Dukung Prabowo: InsyaAllah Bulan Agustus Ini
Sekjen Gerindra Ungkap Golkar Berpotensi Besar Dukung Prabowo: InsyaAllah Bulan Agustus Ini

Muzani menyebut, Gerindra menghormati proses keputusan di internal Partai Golkar.

Baca Selengkapnya
Golkar Targetkan Menang 60 Persen di Pilkada Serentak 2024
Golkar Targetkan Menang 60 Persen di Pilkada Serentak 2024

Partai Golkar sampai saat ini telah mengeluarkan 10 surat keputusan untuk

Baca Selengkapnya
Dua Putra Batak Jenderal TNI Polri Bertemu, Sama-Sama Marga Simanjuntak dan Berkarier Moncer
Dua Putra Batak Jenderal TNI Polri Bertemu, Sama-Sama Marga Simanjuntak dan Berkarier Moncer

Dua jenderal TNI dan Polri berdarah Batak satu marga saling bertemu. Ada apa?

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Golkar Kembali Ungkit Jatah 5 Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran
Golkar Kembali Ungkit Jatah 5 Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Waketum Golkar menjelaskan awal mula pembahasan lima kursi menteri dari pertemuan dengan kader.

Baca Selengkapnya
Gerindra Lebih Dulu Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, Begini Reaksi Golkar
Gerindra Lebih Dulu Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, Begini Reaksi Golkar

Gerindra memutuskan mendukung Ridwan Kamil untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

Baca Selengkapnya
Jagoan Golkar untuk Pilkada DKI 2024: Ridwan Kamil, Ahmed Zaki Hingga Erwin Aksa
Jagoan Golkar untuk Pilkada DKI 2024: Ridwan Kamil, Ahmed Zaki Hingga Erwin Aksa

Penunjukan tersebut setalah Golkar mengumpulkan 1.064 kadernya.

Baca Selengkapnya
Golkar Siapkan Ridwan Kamil untuk Lawan Siapa pun Termasuk Anies di Jakarta
Golkar Siapkan Ridwan Kamil untuk Lawan Siapa pun Termasuk Anies di Jakarta

Kendati demikian, hingga saat ini Partai Golkar belum mengambil keputusan apakah Ridwan Kamil akan maju di Pilkada Jakarta dan Jawa Barat.

Baca Selengkapnya
Luhut di Depan Airlangga  dan Ical: Jangan Mau Diatur Orang Lain, Golkar yang Ngatur!
Luhut di Depan Airlangga dan Ical: Jangan Mau Diatur Orang Lain, Golkar yang Ngatur!

Luhut meminta kepada para petinggi dan pengurus Partai Golkar jangan menciderai keberhasilan Partai Golkar di Pemilu 2024 ini.

Baca Selengkapnya
VIDEO: Buka-Bukaan Idrus Golkar, Sosok Ridwan Kamil Paling Kuat Lawan Anies di Jakarta
VIDEO: Buka-Bukaan Idrus Golkar, Sosok Ridwan Kamil Paling Kuat Lawan Anies di Jakarta

Nama Ridwan Kamil paling moncer dibanding dua kader Golkar lainnya

Baca Selengkapnya