Meneer Belanda dan Mbah Kondor warnai sejarah Ancol

Minggu, 1 Desember 2013 07:05 Reporter : Muhammad Hasits
Meneer Belanda dan Mbah Kondor warnai sejarah Ancol pantai Ancol dipenuhi wisatawan. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Keindahan pantai Ancol ternyata sudah memikat pada meneer Belanda sejak abad 17. Kala itu pusat pemerintahan VOC berada di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa dan Kota Tua Jakarta.

Jaraknya tak terlalu jauh dari Ancol. Saat itu sebagian kawasan Ancol sudah tertata dengan baik, pantainya pun bersih. Sementara sisanya merupakan hutan dan rawa.

Seiring berjalannya waktu, lewat tangan Soekardjo Hardjosoewirjo, Ancol disulap menjadi tempat wisata bertaraf internasional. Soekardjo adalah orang yang memimpin proyek Taman Impian Jaya Ancol. Dialah yang membuka hutan belantara untuk dibangun kawasan Ancol mulai tahun 1962.

Dalam buku Jejak Soekardjo Hardjosoewirjo di Taman Impian Jaya Ancol yang ditulis Sugianto Sastrosoemarto dan Budiono dan diterbitkan Kompas, sejarah masa lalu Ancol digambarkan tak jauh beda.

"Pantai Ancol yang masih berupa rawa-rawa, semak dan masih belum tersentuh merupakan kawasan yang menyeramkan. Orang menganggap kawasan itu tak layak ditempati. Bahkan dianggap sebagai tempat jin buang anak."

"Di kawasan yang sangat luas itu benar-benar sangat sepi. Tidak ada akses yang memadai, belum ada pemukiman dan gelap karena belum ada listrik," kenang Soekardjo dalam bukunya.

Soekardjo juga menceritakan, sebelum tahun 1960an, kawasan Ancol dulunya merupakan hutan dan rawa-rawa. Manusia yang tinggal di sana hanya beberapa orang. Umumnya cuma nelayan dan pemilik tambak yang mau tinggal di Ancol.

Dulu di sana bertakhta Mbah Kondor, sang penguasa Ancol. Mbah Kondor adalah raja monyet yang memimpin kelompok monyet di Ancol.

"Ada istilah yang turut menyumbang konotasi seramnya kawasan tersebut yaitu Mbah Kondor. Mbah Kondor adalah raja kera di kawasan itu," tutur Soekardjo.

Setelah Ancol dibangun Taman Impian Jaya Ancol, jejak Mbah Kondor dan monyet-monyetnya hilang bak ditelan bumi. Orang-orang dulu bercerita jika Mbah Kondor dan monyet pindah dan menyeberang ke Pulau Seribu. [has]

Baca juga:
Cerita soal Ancol, dari mistis sampai tempat hiburan
Cerita tukang ojek berpelanggan 'Si Manis Jembatan Ancol'
Cerita 'mobil goyang' di Ancol
Cerita hantu beneran di rumah hantu Dufan
Mimpi Ahok bikin pulau ala Dubai di Ancol

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ancol
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini