Menebak Pelaku Pembunuhan Mayat Dicor di Lantai Musala

Kamis, 7 November 2019 07:04 Reporter : Muhammad Permana
Menebak Pelaku Pembunuhan Mayat Dicor di Lantai Musala Polisi bongkar lantai musala lokasi kuburan korban pembunuhan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Teka-teki pembunuh Surono, pria 51 tahun masih simpang siur. Sejak dilakukan penggalian oleh polisi terhadap musala di dalam rumah milik Surono pada Senin (04/11) kemarin, polisi masih belum menetapkan tersangka pelaku pembunuhan.

Dengan melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Jatim, polisi telah memastikan, bahwa jasad yang terpendam di bawah lantai musala tersebut adalah Surono, sang pemilik rumah yang berada di Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Polisi juga memastikan, bahwa Surono mati karena dibunuh.

"Penyebab kematiannya karena pukulan benda tumpul," ujar Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal kepada awak media pada Selasa (5/11) kemarin saat menyampaikan perkembangan kasus ini. Alfian tidak merinci, pada bagian tubuh mana, luka akibat benda tumpul tersebut.

Pada hari Rabu (6/11) kemarin, belum ada lagi keterangan resmi yang disampaikan polisi terkait perkembangan kasus ini. Namun pada Rabu malam, polisi menjanjikan akan menyampaikan perkembangan kasus ini dalam jumpa pers hari ini.

"Kamis 7 November pukul 10.00 WIB akan kita adakan presscon pengungkapan kasus pembunuhan di Ledokombo," tulis Kabag Humas Polres Jember, Danu Prasetyo dalam pesan singkat kepada awak media.

1 dari 2 halaman

Cinta dan Harta Diduga Motif Pembunuhan

Lantas, apakah polisi akan mengumumkan penetapan tersangka pelaku pembunuhan Surono hari ini? Sejauh ini belum bisa dipastikan. Namun, hingga kini, berkembang dua motif kemungkinan yang melatarbelakangi pembunuhan keji ini. Yakni asmara atau harta. Perbedaan kemungkinan motif ini juga terkait dengan kemungkinan pelaku.

"Itu kan kejadian (pembunuhan, red) dalam rumah tangga. Bisa saja masalah kecemburuan, atau bisa saja warisan. Tersangka belum ada, tetapi ada tiga orang yang kita duga," ujar Kapolsek Ledokombo, AKP Wardoyo saat dikonfirmasi pada Selasa (5/11) kemarin.

Tiga orang yang dimaksud yakni Bahar Mario (27 tahun) yang merupakan anak kandung korban; Busani (45 tahun) yang merupakan istri korban; serta Jumarin, tetangga satu desa beda dusun dengan korban. Sejak musala tersebut digali polisi pada Senin kemarin, ketiga orang tersebut sedang diperiksa intensif polisi. Dua orang pertama, yakni Bahar Mario dan Busani, diperiksa di Polres Jember.

"Kalau saksi J (Jumarin, red) memilih mengamankan diri di Polsek Ledokombo. Karena alasan keamanan," lanjut Wardoyo.

Pilihan Jumarin untuk mengamankan diri ke polisi dilatari kekhawatiran bahwa dirinya dituduh terlibat sebagai pembunuh. Hal ini terkait dengan berkembangnya motif pertama, yang muncul sejak awal kasus ini terkuat. Yakni motif asmara terlarang antara Busani (istri korban) dan Jumarin.

Munculnya dugaan motif perselingkuhan ini, berdasarkan pengakuan Edi, Kepala Dusun Juroju yang pertama kali melapor ke polisi tentang dugaan bahwa Surono telah dibunuh sejak tujuh bulan yang lalu dan mayatnya dipendam di bawah lantai musala yang ada di dalam rumah tersebut. Edi mendapatkan informasi tersebut berdasarkan pengakuan Bahar Mario.

2 dari 2 halaman

Anak Korban Ungkap Kasus Pembunuhan Surono

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bahar Mario yang selama beberapa bulan terakhir merantau ke Bali, selalu berkomunikasi dengan ibunya Busani. Dalam komunikasi tersebut, Bahar selalu menanyakan keberadaan ayahnya. Kesal selalu ditanya sang anak, Busani akhirnya mengaku kepada Mario bahwa Surono telah dibunuh dan jenazahnya dipendam di bawah lantai musala rumah.

Pembunuhan itu terjadi sekitar 7 bulan yang lalu. Busani juga sempat menyatakan kepada sang anak, bahwa akan menikah dengan Jumarin. Namun belakangan, rencana itu batal, karena istri Jumarin yang lama bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, tiba-tiba pulang ke desanya. Kaget mendengar pengakuan ibunya, Bahar langsung pulang dari Bali ke Jember dan langsung menemui kepala dusun, yang kemudian melapor ke polisi.

Namun, saat diperiksa intensif oleh polisi, Busani membantah keras bahwa dia adalah pembunuh sang suami. Bahkan Busani balik menuduh bahwa anak kandungnya, Bahar Mario sebagai pelaku pembunuh sekaligus yang menguburkan Surono ke bawah musala. Motif yang melatari pembunuhan itu, menurut klaim Busani, adalah karena faktor warisan.

"Memang korban ini memiliki perkebunan kopi yang cukup lah. Tidak luas-luas amat, tapi lumayan," jelas AKP Wardoyo, Kapolsek Ledokombo saat dikonfirmasi.

Baca juga:
Ada Bumbu Cinta Lokasi di Balik Kasus Mayat Dicor di Lantai Musala
Cinta Lokasi di Kebun Kopi Diduga Motif Kasus Mayat Dicor di Lantai Musala
Kronologi Terungkapnya Penemuan Mayat Dicor di Lantai Musala Rumah
Motif Pembunuhan Jasad Dicor di Musala Diduga Karena Warisan atau Dendam
Kasus Jenazah Dicor di Musala, Polisi Amankan Istri dan Anak Korban

[fik]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini