Menebak dosa Jonan sehingga dicopot dari Menhub

Kamis, 28 Juli 2016 11:14 Reporter : Hery H Winarno
Menebak dosa Jonan sehingga dicopot dari Menhub Jonan di BI. ©2015 merdeka.com/sri wiyanti

Merdeka.com - Ignasius Jonan menjadi salah satu menteri yang copot dari jabatannya oleh Presiden Jokowi kemarin siang. Posisi Jonan kini digantikan oleh Budi Karya Sumadi, mantan Dirut Angkasa Pura II.

Pencopotan Jonan sendiri menjadi salah satu perbincangan di publik. Jonan dianggap berprestasi dalam membenahi transportasi, salah satunya kereta api. Lalu apa dosa Jonan?

Presiden Jokowi sendiri hanya menjelaskan alasan umum tentang reshuffle kabinet. Jokowi ingin kabinet berjalan lebih cepat sesuai harapannya.

"Saya selalu ingin berusaha maksimal agar kabinet kerja bisa bekerja cepat, efektif, bekerja dalam tim solid dan saling dukung sehingga hasilnya nyata dalam waktu secepatnya," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7) kemarin.

"Saya sadari tantangan-tantangan terus berubah dan membutuhkan kecepatan kita dalam bertindak dan memutuskan, kita harus bertindak yang langsung dirasakan oleh rakyat, dinikmati oleh rakyat dalam jangka pendek dan panjang," ujar Jokowi.

Namun jika ditilik ke belakang ada beberapa perdebatan antara Jonan dan Jokowi.

Pertama sikap Jonan soal kereta cepat Jakarta-Bandung. Jonan tegas menolak proyek mercusuar Jokowi tersebut.

Menurut Jonan, jarak Jakarta-Bandung terlalu pendek untuk perjalanan dengan kualitas kereta cepat. Hal berbeda jika kereta cepat melayani rute jarak jauh semisal Jakarta- Surabaya.

Jonan menjelaskan, Jakarta-Bandung hanya memiliki jarak 150 Kilometer (Km), dan sepanjang jalur rencananya akan dibangun lima hingga delapan stasiun. Sehingga antar stasiun memiliki jarak sekitar 30 Km.

"Sekarang lihat kereta cepat itu akselerasinya dari 0 ke 300 Km itu butuh berapa waktu? Kalau Jakarta-Bandung itu total butuh 40 menit, berarti intervalnya tiap stasiun berapa? Kalau lima stasiun 8 menit. Kalau 8 menit antar stasiun, apa bisa dari velositas 0 sampai 300, saya kira enggak bisa," jelas Jonan 3 September 2015 lalu. [hhw] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini