Mendikbud Nadiem Datangi SDN Gentong Pasuruan yang Atapnya Ambruk

Kamis, 7 November 2019 16:55 Reporter : Henny Rachma Sari
Mendikbud Nadiem Datangi SDN Gentong Pasuruan yang Atapnya Ambruk Mendikbud di Pasuruan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mendikbud Nadiem Makarim mendatangi SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur yang atapnya ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Akibatnya, seorang guru dan murid tewas tertimpa runtuhan atap.

"Bagi saya suatu hari yang luar biasa sedihnya. Saya melihat ada empat kelas yang ambruk. Ada dua korban. Satu guru dan satu murid. Saya ucapkan belasungkawa," ucapnya saat di SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis.

Menurutnya, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi dan meminta supaya pemerintah pusat hingga pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan baik.

"Saya melihat ini adalah suatu hal yang tidak bisa saya terima. Harusnya bisa melakukan hal yang lebih baik lagi. Nantinya, baik pusat maupun daerah. Semua harus kerjasama gotong royong dan memastikan hal ini tidak terjadi lagi," sebutnya.

Ia menambahkan, keamanan siswa, guru dan orang tua harus didahulukan. Sehingga, para siswa dan guru bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.

"Saya sudah mengirim tim saya dari inspektorat jenderal untuk melakukan investigasi atas apa yang terjadi. Sehingga bisa merencanakan bagaimana bisa bersama sama menghindari kejadian tersebut," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Nadiem Sempatkan Takziah ke Keluarga Korban

Usai mendatangi SDN Gentong, Nadiem menyempatkan diri takziah ke rumah keluarga korban tewas yakni, Irza Almira siswa kelas II SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

"Tadi Pak Menteri bilang yang kuat, semoga tidak ada lagi kejadian seperti anak saya. Harus kuat dan tawakal," kata orang tua korban Irza yakni Zubair usai dikunjungi Nadiem.

Ia juga berharap kepada Mendikbud supaya kalau ada pembangunan tidak ada lagi pengecilan anggaran atau dikorupsi.

"Jangan sampai kalau pembangunan itu ada pengecilan, atau dikorupsi," ujarnya.

Nadiem sendiri, usai menjenguk keluarga korban enggan memberikan tanggapan meskipun dicegat oleh awak media yang menunggunya di luar rumah duka.

Nadiem saat mengunjungi sekolah ambruk menjelaskan pihaknya sudah mengirim tim dari inspektorat jenderal untuk melakukan investigasi atas apa yang terjadi.

"Sehingga bisa merencanakan bagaimana bisa bersama sama menghindari kejadian tersebut," katanya.

Sebelumnya, sebanyak dua orang meninggal dunia terdiri dari satu siswa dan guru serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11) pukul 08.30 WIB.

Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B. Seperti diberitakan Antara. [rhm]

Baca juga:
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk
Petaka di SDN Gentong Pasuruan, Atap Ambruk Timpa Murid & Guru Hingga Tewas
Polri akan Gandeng Kementerian PUPR Selidiki Penyebab Atap SD di Pasuruan Roboh
Petaka Sekolah Ambruk di Pasuruan Menelan Korban Guru dan Murid
Mendikbud Nadiem Kirim Tim Investigasi Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk
Atap Sekolah di Pasuruan Ambruk, Kemendikbud Berikan Trauma Healing ke Siswa

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini