Mendikbud: Meski dikorupsi, Rp 600 M tidak lenyap

Senin, 25 Juni 2012 12:26 Reporter : Yacob Billi Octa
Mendikbud: Meski dikorupsi, Rp 600 M tidak lenyap M Nuh. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh menjamin meski uang Rp 600 miliar untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada 16 universitas dikorupsi, namun perlengkapan tetap ada.

Menurut Nuh, meskipun dana tersebut dikorupsi yang diduga melibatkan mantan anggota Komisi X DPR, Angelina Sondakh, tetapi pelaksanaan proyek tetap berjalan.

"Nilai proyeknya Rp 600 miliar, tapi belum tentu hilang semua, barangnya ada, ada, Rp 600 miliar barangnya tetap ada," kata Muhammad Nuh kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (25/6).

Saat ini, ke-16 rektor universitas tersebut masih dalam penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diantara 16 universitas itu adalah Universitas Negeri Jakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Sumatera Utara.

"Sekarang sedang tahap penyidikan. Agar tidak terulang lagi, kami wanti-wanti kepada para rektor untuk tetap memegang tegus prinsip pengadaan barang dan jasa sesuai peraturan yang berlaku," terangnya.

Nilai proyek pengadaan sarana prasarana di sejumlah universitas negeri diperkirakan mencapai Rp 600 miliar. Total nilai tersebut diperoleh KPK dari proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di 16 universitas negeri yang tersebar di seluruh Indonesia tahun anggaran 2010/2011.

Dari 16 universitas tersebut, diketahui bahwa Universitas Pattimura mendapat proyek Rp 35 miliar, Tadulako mendapat proyek Rp 30 miliar, dan IPB mendapat proyek Rp 40 miliar. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Kasus Angelina Sondakh
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini