Mendikbud: Joki di UGM pelanggaran akademik luar biasa

Minggu, 22 Juli 2012 19:37 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
M Nuh. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyesalkan adanya perjokian di dunia pendidikan. Terheboh adalah kasus di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Nuh minta pelakunya diberi sanksi tegas.

"Kami percayakan penuh pada perguruan tinggi masing-masing, karena ini merupakan pelanggaran akademik yang luar biasa," ujar Nuh usai meresmikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di salah satu restoran di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (22/7).

Menurut Nuh, dengan terungkapnya praktik curang ini menunjukan jika sistem pengawasan di UGM masih berjalan. Dia berharap ke depan hal seperti ini tidak kembali terjadi.

"Jadi ada beberapa joki yang ketangkap, itu menunjukkan sistem monitoring berjalan," kata Nuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 peserta UM Fakultas kedokteran Internasional UGM Yogya tertangkap tangan berbuat curang sehingga digiring ke Mapolres Sleman. Setelah diperiksa, mereka dipulangkan kecuali IS yang terbukti melakukan perjokian dengan imbalan Rp 5 sampai 10 juta saat ujian. Upah tersebut menjadi Rp 70 - Rp100 juta jika peserta ujian dinyatakan lulus dan berhasil masuk dan menjadi mahasiswa UGM Yogyakarta. [did]

Topik berita Terkait:
  1. UGM
  2. Joki Ujian
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.