Mendikbud akan Relokasi Anggaran UN 2020 untuk Penanganan Virus Corona

Selasa, 24 Maret 2020 16:42 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Mendikbud akan Relokasi Anggaran UN 2020 untuk Penanganan Virus Corona Mendikbud Nadiem Makarim rapat di DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan sebagian anggaran Ujian Nasional digunakan untuk penanganan pandemi virus corona (COVID-19). Pemerintah memutuskan menghapus Ujian Nasional 2020 untuk melindungi peserta didik dari penularan virus corona.

"Kami melakukan berbagai re-alokasi anggaran. Ada beberapa yang kita tahu seperti program relawan manusia yang turut membantu penanganan COVID-19," ujar Nadiem dalam konferensi pers dilansir Antara, Selasa (24/3).

Saat ini, sudah ada sekitar 20.000 mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi relawan kemanusiaan tersebut. Relawan itu terbagi dua medis dan nonmedis. Nadiem menambahkan saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan DPR terkait perubahan alokasi anggaran tersebut.

"Dana dari UN tentunya masih ada sisa yang tidak digunakan. Itu bisa kita gunakan untuk membantu penanganan bencana COVID-19 atau mendukung pembelajaran daring," tambah dia.

Selain itu, sebagian dari dana UN akan digunakan untuk Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan diselenggarakan mulai tahun depan.

1 dari 1 halaman

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na'im, mengatakan pihaknya melakukan realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19, dengan menggeser dana untuk rapat, perjalanan dinas, yang kemudian dialokasikan untuk rumah sakit pendidikan.

"Tujuannya supaya bisa mendukung penelusuran dan sebagainya," kata Ainun.

Ainun mengatakan setidaknya bisa terkumpul minimal Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk penanganan COVID-19 tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, mengatakan pihaknya mengidentifikasi anggaran sebesar Rp70 miliar di tingkat provinsi yang bisa digunakan untuk penanganan COVID-19.

Sementara, dana BOS yang sebelumnya digunakan sekolah untuk membayar pengawas saat UN, maka dana tersebut bisa digunakan untuk menangani COVID-19 di satuan pendidikan. [ray]

Baca juga:
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Positif Corona
Mendikbud Minta Anak Muda Jaga Jarak dengan Lansia, Cegah Penularan Covid-19
Imbas Corona, Pasar Raya Blok M Semakin Sepi
Alat masih Diambil, Rapid Test di Depok Batal Digelar Hari Ini
Social Distancing Masih Gagal, Sederet Saran Buat Pemerintah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini