KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Mendesak Kapolri pecat anggota Brimob penganiaya wartawan

Selasa, 20 Juni 2017 06:19 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Ilustrasi Kekerasan pada Wartawan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kekerasan terhadap wartawan dilakukan aparat kepolisian masih terus terjadi di Indonesia. Bukannya memberi perlindungan, mereka justru memamerkan kekuatan dengan menganiaya pewarta. Kapolri Jenderal Tito Karnavian didesak untuk memberikan tindakan tegas kepada anak buahnya berlaku sewenang-wenang.

Kejadian kekerasan terhadap wartawan dilakukan anggota kepolisian, salah satunya terjadi ketika turnamen Bulutangkis Indonesia Terbuka 2017, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (18/6) lalu. Seorang wartawan LKBN Antara, Ricky Prayoga, menjadi korban kekerasan ketika berada di area tersebut. Dia mendapat penganiayaan dari seorang anggota Brimob bernama Adam.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menyayangkan sikap anggota Brimob melakukan kekerasan kepada wartawan. Dia bahkan mendesak institusi Polri memecat anggota Brimob arogan tersebut. "Ini menunjukkan bahwa anggota Brimob itu masih mengedepankan sikap arogan dan tidak menyadari fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," kata Neta, di Jakarta, Senin kemarin. Seperti diberitakan Antara.

Menurut dia, banyak kondisi mendesak harus dibenahi Polri. Salah satunya dalam pendidikan kepolisian untuk tingkat bawah. Padahal sikap melecehkan profesi wartawan bisa kena sanksi hukum, seperti tertuang dalam Undang-undang Pers.

"Dengan adanya kasus ini, sudah saatnya pimpinan kepolisian mengevaluasi semua penugasan anggotanya di lapangan. Artinya, polisi yang bersikap arogan dan cenderung menggertak masyarakat dengan senjata api harus dilarang bertugas yang bersentuhan dengan publik terutama wartawan," ujarnya.

Kekerasan dialami korban terekam video kemudian menjadi viral di media sosial. Dalam video beredar terlihat wartawan LKBN ANTARA dibekap dan ditarik beberapa anggota Brimob untuk dibawa ke suatu tempat. Yoga, panggilan akrab Ricky, masih mengenakan tanda pengenal peliput kejuaraan bulu tangkis Indonesia Terbuka itu terus berusaha berontak.

Menurut Yoga, kejadian tersebut sekitar pukul 15.00 Wib. Ketika itu dia mendatangi sebuah ATM di lokasi. Namun, seorang anggota Brimob bernama Adam mendekati dan memandangnya.

Terkait peristiwa tersebut, dilakukan pertemuan pimpinan Brimob diwakili Wadansat Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru bersama Karopenmas DivHumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto. Mereka menemui korban Ricky Prayoga. Pertemuan digelar di Kantor Berita Antara, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, disebutkan jika Briptu Adam telah menjalani pemeriksaan internal. "Briptu Adam dan empat rekannya saat ini sedang dilakukan pemeriksaan internal di kesatuan Brimob PMJ," ungkap Rikwanto kepada merdeka.com. "Nantinya akan di jatuhi hukuman disiplin."

Sementara itu, untuk hasil pertemuan sendiri didapatkan kesepakatan untuk berdamai antara kedua belah pihak. "Didapatkan kata sepakat untuk sama-sama prihatin kemudian memahami dan selanjutnya berdamai dengan lebih dahulu wadansat Brimob atas nama Brimob meminta maaf kepada saudara Yoga," ungkap Rikwanto.

Kepala Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail, mengakui anak buahnya melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas pengamanan. Perbaikan pola pikir anggota Brimob masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi institusinya. Apalagi harus diakui masih banyak anak buahnya masih mempunyai pola pikir negatif.

"Anak buah saya itu tidak semua otaknya lurus juga. Ada yang bengkok-bengkok, ini nanti kami luruskan," terang Murad.

Terkait insiden kekerasan terhadap wartawan Antara, Murad juga menyebut anak buahnya tidak dapat menahan emosi saat melihat tingkah aneh Ricky. Dia juga berdalih para anggota Brimob sudah kelelahan dalam menjalankan tugas. [ang]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.