Menderita Sakit Paru-paru, Calon Haji Asal Ponorogo Meninggal Dunia di Makkah

Senin, 29 Juli 2019 14:55 Reporter : Erwin Yohanes
Menderita Sakit Paru-paru, Calon Haji Asal Ponorogo Meninggal Dunia di Makkah Calon haji asal Ponorogo meninggal di Makkah. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Supiyah Ridwan Kartoinangun (76), calon haji asal Ponorogo meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi akibat sakit paru-paru yang dideritanya. Dia meninggal dunia saat beristirahat di hotel yang ditempatinya. Meninggalnya calon haji tersebut dibenarkan oleh Kasie Haji Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Muhammad Thohari.

Dia mengatakan, warga Jalan Cempaka, Desa Polorejo, Kabupaten Ponorogo, itu meninggal dunia saat beristirahat bersama dengan keluarganya di hotel tempatnya menginap.

"Baru saja kami mendapatkan kabar. Bahwa ada satu calon jamaah haji asal Ponorogo meninggal dunia," katanya, Senin (29/7).

Saat meninggal, kata dia, korban bersama anak dan mertuanya sedang istirahat di hotel sekitar pukul 01.30 waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar pukul 04.30 WIB. Korban tidak sempat dilarikan ke rumah sakit. "Dini hari waktu arab atau subuh waktu sini," jelasnya.

Hasil diagnosa dokter, korban menderita sakit paru-paru. Sakitnya tersebut baru terdeteksi saat cek kesehatan kedua.

"Sudah terdeteksi saat cek kesehatan kedua kalinya. Tapi saat berangkat korban dinyatakan bisa berangkat, hanya saja dengan pengawasan khusus," ujarnya.

Tidak hanya itu, tim medis dan keluarga di Ponorogo sebenarnya telah membekali korban dengan obat-obatan sakit paru-paru. Dia mengaku, jika korban memang golongan haji beresiko tinggi sama dengan 60 persen calon haji lainnya di Ponorogo.

"Memang jemaah beresiko tinggi. Sama dengan 60 persen jamaah lainnya atau 200-an jamaah lainnya," jelas dia.

Dia mengatakan, saat ini cuaca di Arab Saudi mencapai 45 derajat. Cuaca ini dianggapnya sebagai salah satu faktor pendukung yang membuat kesehatan jemaah dapat menjadi turun.

"Kata keluarganya waktu kami takziah tadi memang korban sudah tidak mau makan. Maunya hanya minum saja. Cuacanya panas sekali mencapai 45 derajat," ungkap Thohari.

Dia menyarankan untuk calon haji lainnya untuk menjaga selalu stamina dan kesehatannya, termasuk tentang makan. "Pokoknya makan saja apa yang disediakan. Tidak usah pilih-pilih makanan," tambahnya.

Dengan meninggalnya satu calon haji dari Kabupaten Ponorogo, kini calon haji asal Ponorogo tinggal 504 orang. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Haji 2019
  2. Haji
  3. Ponorogo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini