KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Mendagri wacanakan membangun Akademi Pemadam Kebakaran

Selasa, 1 Maret 2016 13:40 Reporter : Parwito
Ulang Tahun ke-97 Damkar di Lapangan Pancasila Semarang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berencana mendirikan sekolah untuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Indonesia. Sekolah itu berbentuk sebuah akademi yang berjenjang bertujuan untuk menjadikan tenaga Damkar profesional.

"Saya Mendagri mulai memikirkan adanya sekolah. Sebuah akademi sehingga bisa melatih Satuan Damkar. Kemudian untuk status kepegawaian juga berjenjang karena apapun penting," ujar Tjahjo Kumolo usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Ulang Tahun Damkar ke-97 di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Jawa Tengah Senin (1/3).

Tjahjo menjelaskan, akademi Damkar itu nantinya untuk sementara menggunakan fasilitas gedung IPDN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Sekarang ini kayak di Jakarta yang terlengkap kita perlu. Memang tidak setiap daerah menggunakan. Tapi kita akan menggunakan yang ada IPDN nya dulu. Mungkin bisa di Jatinangor, ada di Makasar ada. Kemudian di Bukit Tinggi, di NTB. Setidaknya bisa dilatih secara regional. Kalau tidak kasihan dia. Jadi dari sisi kepangkatan," jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Termasuk, selama proses pendidikan di Akademi Damkar tersebut, Kemendagri akan melakukan kerjasama bertukar ilmu dengan beberapa negara sahabat.

"Ada untuk peningkatan-peningkatan kita juga akan melakukan kerjasama dengan negara sahabat. Mungkin dia bisa mengirim ahlinya dan lain sebagainya," ungkap Mendagri yang asli Semarang ini.

Selain itu, Tjahjo juga ingin meningkatkan kesejahteraan baik petugas Damkar maupun Satpol PP. Hal itu lantaran selain terkait tugasnya yang bersinggungan langsung dengan risiko dan bahaya maka minimal akan diberikan fasilitas asuransi. Juga beberapa fasilitas lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan BPJS untuk anggota keluarganya.

"Ya kita akan coba dan berupaya untuk anggota Damkar, Satpol PP. Minimal mereka sudah masuk asuransi. Yang Rp 30 ribu itu untuk BPJS, Kartu Sehat, Kartu Sehat, Kartu Pintar buat anak-anaknya saya kira disejumlah daerah sudah," ungkap mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.

Paling tidak, dengan adanya Akademi Damkar, ke depan nantinya seluruh di wilayah Indonesia minimal satu kecamatan ada satu mobil Damkar yang siap mengamankan dan mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran.

"Kami tidak mungkin untuk meniru-niru di Jakarta karena Jakarta PAD nya tinggi. Mereka kan kerja 24 jam. Minimal satu kecamatan untuk kota terpadat ada. Kayak Semarang, tiap Kecamatan sudah ada satu. Tinggal melatih orangnya yang sudah bisa bergilir 24 jam," pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Mendagri
  2. Jakarta
  3. Pemadam Kebakaran
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.