Mendagri tegaskan pemerintah tak ikut campur soal SP3 kasus Rizieq

Senin, 7 Mei 2018 12:16 Reporter : Nur Habibie
Mendagri tegaskan pemerintah tak ikut campur soal SP3 kasus Rizieq Tjahjo Kumolo penuhi undangan KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Polda Jawa Barat telah menghentikan kasus dugaan penodaan Pancasila yang dilakukan oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Hal itu setelah Polda Jawa Barat resmi mengeluarkan Surat Penghentian Perintah Penyidikan (SP3) antara bulan Febuari atau Maret 2018.

Keluarnya SP3 untuk kasus tersebut dianggap usai Persaudaraan Alumni (PA) 212 melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Masjid Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (22/4) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, berhentinya kasus tersebut bukan karena hasil pertemuan antara PA 212 dengan Jokowi. Melainkan memang karena murni tidak cukupnya barang bukti dan tak terkait atas pertemuan tersebut.

"Ini murni sebuah proses penyidikan oleh kepolisian tidak ditemukan bukti yang kuat. Kita harus percaya dong dengan proses penyidikan, wajar. Jangan terus disalahkan pemerintah, pemerintah enggak ada hubungannya, ini sebuah proses penyidikan itu saja," kata Tjahjo dalam acara Munas BPOM 2018 di Hotel The Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/5).

Dia menyebutkan salah apabila ada pihak yang menganggap berhentinya kasus tersebut hasil pertemuan antara PA 212 dengan Jokowi. Karena saat ini, dia mengklaim kepolisian sudah sangat profesional terlebih dengan slogan Profesional Modern Terpercaya (ProMoTer).

"Itu persepsi yang salah, saya kira kepolisian sekarang dengan promoternya sudah-sudah sangat profesional untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka ada proses pembuktian yang cukup," ujarnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, kasus kliennya itu sudah tidak dilanjutkan lagi oleh polisi atau sudah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Kasus yang dimaksudnya itu ialah ceramah Habib Rizieq yang diduga telah menghina Pancasila.

"Jadi begini, kebetulan kami datang ke Bareskrim itu untuk mengambil barang bukti yang terkait dengan perkara di Bandung dan kebetulan itu beberapa waktu yang lalu sudah SP3," kata Sugito di kantor Bareskrim Mabes Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (4/5).

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana membenarkan terkait SP3 atas kasus penodaan terhadap Pancasila beberapa waktu lalu.

"Iya betul. Saya lupa mungkin kalau enggak Februari atau Maret 2018," Ujar Fana saat dikonfirmasi.

Selain itu, Kasubdit I Kamneg Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Pol Daddy Hartadi ikut membenarkan terkait kasus Habib Rizieq terkait dugaan penodaan Pancasila sudah SP3.

"Iya, saya hanya membenarkan apa yang disampaikan beliau (Sugito)," ujar Daddy. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini