Mendagri Tak Bisa Beri Sanksi Kepala Daerah ke Luar Negeri Saat Bencana Karhutla

Senin, 23 September 2019 14:03 Reporter : Merdeka
Mendagri Tak Bisa Beri Sanksi Kepala Daerah ke Luar Negeri Saat Bencana Karhutla Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Pekanbaru. ©2019 AFP PHOTO/ADEK BERRY

Merdeka.com - Sejumlah kepala daerah menjadi sorotan karena memilih pergi ke luar negeri dan meninggalkan daerahnya yang tengah dilanda bencana kebakaran hutan dan kabut asap. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga menyentil kepala daerah yang tidak peka terhadap bencana ini.

Dari catatan yang ada, saat kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru dengan kondisi udara berbahaya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus justru pergi ke Kanada. ‎Firdaus berada di sana sejak 16 hingga 21 September 2019.

Tidak hanya Firdaus, sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar juga berangkat ke Thailand untuk kegiatan selama 3 hari. Terhitung sejak 10 hingga 13 September 2019.

Imbauan agar kepala daerah tidak bepergian dan fokus pada penanganan kebakaran hutan sudah dilayangkan Kementerian Dalam Negeri. Namun tetap saja ada yang membandel. Pemerintah pusat tidak berdaya. Tak bisa memberikan sanksi berat.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hanya bisa memberikan sanksi administrasi terhadap pelanggaran yang terjadi. Itupun untuk kasus tertentu. Utamanya yang berhubungan dengan kasus hukum.

"Sanksi itu tidak ada. Kita tidak bisa memberikan sanksi, kepala daerah itu kan dipilih oleh rakyat," tutur Tjahjo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (23/9).

"Kalau untuk memecat, menegur, menurunkan pangkat itu tidak bisa, kami tidak punya kewenangan kecuali ada limpahan KPK," tegasnya.

Tjahjo menyayangkan kepala daerah yang tidak sensitif dan peka dengan kondisi daerahnya. Seharusnya mereka fokus mengatasi dan mengantisipasi kebakaran hutan.

"Pada prinsipnya kami sudah tiga kali mengirimkan radiogram, dan yang terakhir radiogram agar tidak meninggalkan tempat," kata Tjahjo.

Tjahjo menyayangkan langkah Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru yang justru memilih tetap pergi ke luar negeri saat daerahnya dilanda kebakaran hutan.

"Kalau kemarin ada kejadian yang di Riau, sangat disayangkan, harusnya punya empati dan sensitivitas, masyarakatnya lagi menderita ya ditunda kalau sekedar lihat pameran (di luar negeri)," ucapnya.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini