Mendagri sebut implementasi dana Otsus Papua terkendala di geografis & adat

Kamis, 1 Februari 2018 15:14 Reporter : Ahda Bayhaqi
Mendagri sebut implementasi dana Otsus Papua terkendala di geografis & adat Kapolri hingga Panglima TNI tinjau misa Natal. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua telah tepat sasaran. Menurut politikus PDIP ini, penyaluran dana Otsus untuk Papua selama ini tidak ada penyelewengan.

Tjahjo membantah wabah campak yang melanda wilayah Asmat, Papua, disebabkan ketidaktepatan penyaluran dana.

"Tidak, semua tepat sasaran termasuk dana kesehatan ada alokasinya, pokoknya skala prioritas di Papua tadi kesehatan, pendidikan misalnya," kata Tjahjo di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).

Tjahjo mengaku ada persoalan dalam mengimplementasikan dana Otsus. Faktor tersebut adalah geografis dan adat masyarakat.

"Soal implementasi ke bawah belum optimal tadi, ada kendala geografis, kendala adat," kata dia.

Tjahjo menuturkan, dana Otsus memang setiap tahunnya akan dievaluasi oleh badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia percaya selama ini, perangkat daerah telah menjalankan sebagaimana mestinya dana Otsus itu digunakan.

"Secara prinsip evaluasi kami, masing-masing daerah ada skala prioritas," tutup Tjahjo.

Sebelumnya, Menteri Sosial Idrus Marham menyebutkan ada usulan evaluasi pemanfaatan dana Otsus Papua, ketika rapat koordinasi antar kementerian dipimpin oleh Menko PMK. Hal ini melihat terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak di Asmat, Papua.

"Ada juga pikiran dan ada banyak evaluasi tentang pemanfaatan dana Otsus yang cukup besar. Itu terakhir kalau enggak salah ada 8 triliun lebih. Dengan rincian untuk Papua 5, sekian Triliun dan Papua Barat 2 sekian," ungkapnya saat rapat di komisi VIII, Selasa (30/1).

Sependapat, Menko PMK Puan Maharani, meminta pihak Kemendagri mengevaluasi dana Otsus. Menurutnya, dana Otsus cukup untuk mengelola masalah di Papua.

"Itu sangat besar sekali seharusnya cukup untuk bisa ikut mengelola pelaksanaan pemerintahan dan kesejahteraan yang ada di sana," ujarnya, Rabu (31/1). [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini