KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Menandai ulang tahun kelima dengan Buku Merdeka

Kamis, 3 Agustus 2017 11:58 Reporter : Anwar Khumaini
Buku Merdeka. ©2017 merdeka.com

Merdeka.com - Tak terasa tahun ini situs merdeka.com memasuki usia yang kelima tahun. Berbagai macam peristiwa penting baik tingkat nasional maupun internasional kami rekam lewat tulisan-tulisan khas merdeka.com. Tak ingin merayakan ultah kelima ini dengan biasa-biasa saja, kami menerbitkan sebuah buku, bertajuk Buku Merdeka.

Tema besar Buku Merdeka ini adalah 'Kita Indonesia'. Sembilan tokoh di bidangnya masing-masing kami undang untuk membuat artikel sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Para tokoh terpilih beberapa di antaranya adalah Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Mochhtar Pabotinggi, Rheinald Kasali hingga anggota Dewan Pers Nezar Patria. Para Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi tak lupa juga menyumbangkan opini, seperti Menaker Hanif Dhakiri, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tak lupa kami mengangkat para kepala daerah terpilih yang berprestasi, seperti Wali kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini serta beberapa kepala daerah lainnya. Mereka adalah para pemimpin luar biasa yang layak untuk jadi panutan masyarakat Indonesia, khususnya pembaca merdeka.com.

Para tokoh wanita, yang kami sebut 'wanita merdeka' juga kami angkat. Beberapa di antaranya Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, pebisnis wanita handal Martha Tilaar, serta Wali kota Tegal Siti Mashita Soeparno. Wanita-wanita luar biasa ini telah menjadi inspirasi bagi kaumnya. Khususnya Martha Tilaar, wanita yang sudah tidak muda ini masih trengginas memimpin perusahaan kosmetik yang dia dirikan, dengan ribuan karyawan serta berbagai penghargaan yang tak terhitung.

Buku Merdeka juga memberi kesempatan kepada tokoh-tokoh muda 'influencer' yang kami pilih untuk menyumbangkan tulisan. Mereka adalah pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya, pendiri Bukalapak Achmad Zaky, serta pendiri Kaskus Andrew Darwis. Di tangan para anak muda ini, internet menjadi kian familiar dan menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Buku Merdeka ©2017 merdeka.com



Kami juga membuat tulisan panjang mengenai capaian-capaian yang dilakukan Presiden Joko Widodo, seperti membidik 10 daerah wisata 'Bali baru' yang nantinya akan menjadi tujuan utama wisata Indonesia, selain Bali. Perhatian khusus Presiden Jokowi terhadap daerah-daerah luar Indonesia yang selama ini terlupakan juga kami rangkai dalam tulisan 'Dari Tepi Indonesia'.

Menurut CEO Kapanlagi Network, Steve Christian, penerbitan buku ini bukanlah sebuah langkah mundur karena dari online berpindah ke cetak.

"Di usia yang kelima tahun ini, bertepatan dengan 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kami menerbitkan sebuah buku. Bukan berarti kami mundur karena dari online kembali ke cetak. Buku yang kami buat ini sebagai penanda, bahwa kami telah mencapai 5 tahun," demikian kata pria yang akrab disapa SC ini.

"Semoga tulisan-tulisan yang kami sajikan di buku ini memberikan inspirasi kepada para pembaca. 5 Tahun bukan waktu yang panjang, tapi kami tetap berkomitmen untuk lebih berkarya untuk Indonesia," Steve melanjutkan.

Buku ini nantinya akan dibagikan secara gratis untuk para tamu negara dalam detik-detik Proklamasi upacara peringatan 17 Agustus 1945 di Istana Merdeka. Ribuan buku akan kami bagikan secara gratis, tentunya atas kerja sama yang baik antara kami dengan pihak Istana. Buku tersebut juga kami bagikan cuma-cuma kepada para tamu yang datang ke merdeka.com, klien, dan pihak-pihak yang tidak kami sebutkan namanya satu persatu.

Selamat membaca. Merdeka! [war]

Topik berita Terkait:
  1. 17 Agustus
  2. Highlight
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.