Menag: Jangan Ragu Untuk Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Selasa, 12 Januari 2021 14:34 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menag: Jangan Ragu Untuk Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Sertijab Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. ©Biropers Kemenag

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meminta, agar seluruh umat beragama tidak ragu dalam penggunaan vaksin Covid-19. Hal tersebut seiring dengan hadirnya Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 asal China, Sinovac tiba di Indonesia, Selasa (12/1) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Untuk itu, dalam kesempatan ini saya ingin meminta seluruh umat beragama yang sesuai dengan kriteria dan syarat yang sudah ditentukan agar untuk untuk jangan ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 apabila nanti gilirannya sudah tiba terutama untuk umat islam," katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (12/1).

Dia menjelaskan vaksin tersebut sudah memiliki fatwa halal dan suci dari MUI. Hal tersebut juga kata dia sudah disampaikan oleh Komisi Fatwa MUI. Dia merinci dalam fatwa tersebut pertama yaitu vaksin tersebut tidak memanfaatkan intifak babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya, tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia, atau jus (bagian) minal insan.

"Ketiga bersentuhan dengan najis mutawasitoh sehingga dihukumi mutanajis tetapi sudah dilakukan penyucian secara syar'I atau tothir syar'i. keempat menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hany digunakan untuk produk vaksin covid-19," ungkapnya.

Yaqut menilai vaksin tersebut boleh digunakan oleh seluruh umat, termasuk umat islam. Dia pun menjelaskan hal tersebut juga terjamin oleh para ahli yang kredibel dan kompeten.

"Kepada seluruh umat beragama warga negara Republik Indoneisa bahwa semua agama tanpa terkecuali mengajarkan kita untuk saling melindungi satu dengan yang lain. Vaksin ini bagian dari upaya untuk menjalankan agama tersebut," beber Yaqut.

Sebelumnya diketahui Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 asal China, Sinovac tiba di Indonesia, Selasa (12/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan tayangan di Youtube Sekretariat Presiden, vaksin tersebut dibawa menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Pesawat yang membawa vaksin mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten. Ini merupakan kedatangan vaksin Covid-19 Sinovac tahap ketiga.

Pemerintah sebelumnya telah menerima vaksin Sinovac tahap pertama sebanyak 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020. Kemudian, vaksin tahap kedua sebanyak 1,8 juta dosis tiba di tanah air pada 31 Desember 2020.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 15 juta bahan baku vaksin yang baru tiba akan diproses oleh PT Bio Farma. Menurut dia, butuh waktu satu bulan untuk memproses vaksin tersebut menjadi vaksin siap pakai.

"Sehingga nanti pada awal Februari 2021, kita sudah punya 12 juta vaksin COVID-19 dalam bentuk jadi dari (target) 15 juta," kata Budi usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 11 Januari 2021. [fik]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini