'Memerdekakan' Internet bagi Anak-anak Garut Demi Belajar Online

Jumat, 1 Januari 2021 06:04 Reporter : Mochammad Iqbal
'Memerdekakan' Internet bagi Anak-anak Garut Demi Belajar Online Murid SD naik bukit demi ikut sekolah online. ©AGUNG SUPRIYANTO/AFP

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 menjadikan kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Di Kabupaten Garut, tidak semua wilayah bisa mengakses internet karena persoalan blank spot. Tidak jarang di antara warga harus mencari tempat tinggi agar bisa belajar secara virtual. Untuk menanganinya, Garut menggelontorkan anggaran hingga Rp10 miliar.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk mengatasi persoalan blank spot agar semua wilayah Kabupaten Garut terkoneksi dengan internet. Jika tidak dilakukan, menurutnya akan menjadi permasalahan bagi warganya, khususnya pelajar di pedalaman Garut.

“Kami menganggarkan APBD kurang lebih Rp10 miliar rupiah untuk melakukan memerdekakan internet di seratus desa lebih. Kita sudah mencanangkan kabupaten yang berbasis elektronik dalam penyelenggaraan pemerintahannya dan mudah-mudahan nanti kita menjadi kabupaten berinovasi dalam penyelenggaraan pemerintahaan,” kata Bupati, Kamis (31/12).

Akibat pandemi Covid-19, sistem pembelajaran di Kabupaten Garut disebutnya memang mengalami perubahan menjadi pembelajaran daring atau online. Dalam prosesnya, akses internet pun menjadi kunci untuk bisa mengakses materi-materi atau tugas-tugas yang diberikan oleh pengajar.

Sementara itu, Kepala Desa Purwajaya, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Abdaloh menyebut bahwa sebelum ada program yang digagas Pemerintah Kabupaten Garut dalam hal penyediaan jaringan internet, warganya harus mencari dataran tinggi agar sinyal internet didapatkan.

“Anak sekolah itu harus naik gunung ke atas ke sana, sampai ada yang bermalam di sana karena hujan. Itu permasalahan yang terjadi di Purwajaya karena adanya posisi sinyal di Purwajaya itu pada spot-spot pada posisi ketinggian. Tidak jarang orang tua pun rela meninggalkan pekerjaannya agar anaknya bisa belajar online,” sebutnya.

Spot-spot yang bisa mendapatkan sinyal internet di wilayahnya, kata Abdaloh, terkadang di hutan bangkan di gunung. Hal tersebutl yang kemudian mendorong orang tua mau mengantar anak-anaknya untuk belajar demi masa depan yang lebih baik.

Meski daerah Purwaraja berada di kawasan pegunungan, semangat warga untuk bersaing di masa depan sangat tinggi. Oleh karena itu, saat ini perkembangan teknologi pun diikuti oleh warga walau masih terkendala jaringan internet.

Setelah Pemerintah Kabupaten Garut mengeluarkan anggaran untuk internet, kini warga tinggal datang ke kantor desa dan beberapa tempat lainnya karena kini jaringan sudah tersedia.

“Warga, khususnya anak-anak sekolah, anak muda yang perlu untuk kegiatan online itu sudah sangat terbantu,” ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya, tersedianya jaringan internet tetap harus dalam pengawasan dan harus hati-hati dalam penggunaannya. Pihaknya akan melakukan pendampingan kepada masyarakat agar jaringan internet bisa digunakan untuk hal-hal yang positif. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Belajar Online
  3. Internet
  4. Garut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini