Member JKT48 Diduga Alami Pelecehan saat Tampil di Sukoharjo, Polisi Bergerak

Senin, 4 Juli 2022 08:02 Reporter : Arie Sunaryo
Member JKT48 Diduga Alami Pelecehan saat Tampil di Sukoharjo, Polisi Bergerak ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Member grup JKT48 diduga mengalami pelecehan saat tampil di salah satu pusat perbelanjaan di Solo Baru, Kabupaten. Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa 28 Juni 3022. Kabar tersebut diunggah oleh akun TikTok @ntrasyaz. Unggahan tersebut kemudian kembali diunggah di akun instagram gibran_rakabuming, milik Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam unggahan tangkapan layar dijelaskan, ada aksi penonton yang terekam kamera video. Penonton tersebut menyodorkan tangannya ke arah bagian dada personel JKT48.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang viral di media sosial tersebut kini menjadi perhatian kepolisian. Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari korban, manajemen artis maupun masyarakat lainnya. Pihaknya akan mengusut kasus tersebut setelah adanya laporan.

“Kita akan melakukan penyelidikan, setelah nanti ada laporan," ujar Wahyu saat dihubungi merdeka.com, Senin (4/7).

Wahyu mengaku saat ini pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap panitia dan manajemen artis. Pemeriksaan dilakukan di Polsek Grogol, pada Sabtu pekan lalu.

"Kita sudah minta klarifikasi kepada panitia dan manajemen artis. Intinya mereka tidak mempermasalahkan," katanya.

2 dari 2 halaman

Setelah penyidik melakukan gelar awal, lanjut Kapolres, ada undang-undang (UU) terbaru yang mengaturnya. Yaitu Pasal 6 huruf a UU no 12 Th 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Dipidana karena pelecehan seksual fisik:

a. Setiap orang yang melakukan perbuatan seksual secara fisik yang ditujukan terhadap tubuh, keinginan seksual, dan/atau organ reproduksi dengan maksud merendahkan harkat dan martabat seseorang berdasarkan seksualitas dan/atau kesusilaannya yang tidak termasuk dalam ketentuan pidana lain yang lebih berat dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

"Ini merupakan delik aduan (kecuali penyandang disabiitas & anak).
Sampai saat ini hasil klarifikasi dengan panitia dan manajemen artis tidak ada rencana melaporkan kejadian tersebut," pungkas dia. [eko]

Baca juga:
Pelaku Pelecehan Seksual Kabur saat Hendak Ditangkap, Ternyata Anak Kiai Jombang
Wali Kota Idris: Pelaku Pencabulan 11 Santri di Depok Belum Diketahui
Kemenag Depok: Pengurus Pondok Pesantren Jangan Tutupi Kasus Pelecehan Seksual
Gencar Kampanye Anti Kekerasan Seksual di Kereta, KAI Tegaskan Ini ke Penumpang
Lawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Kereta, PT KAI Kampanye Serentak di Stasiun
KAI Commuter Kampanye Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual di KRL

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini