Membandingkan kerja Jokowi-Ahok dan Anies-Sandi saat baru dilantik

Jumat, 20 Oktober 2017 07:26 Reporter : Eko Prasetya
Pelantikan Anies-Sandi. ©REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta dan Wakilnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memasuki hari keempat usai dilantik Presiden Joko Widodo. Usai resmi dilantik pada hari Senin (16/10) dan mulai bekerja di Balai Kota DKI Jakarta, Anies-Sandi selalu terlihat bersama.

Bahkan sampai hari ketiga mereka bekerja terlihat dua pemimpin Jakarta ini selalu bersama. Pada hari pertama kerja, Selasa (16/10) Anies dan Sandi datang ke Balai Kota secara bersama. Waktu itu Anies secara khusus menjemput Sandi di kediaman Sandi dan datang ke Balai Kota dengan satu mobil.

Bukan hanya itu di hari yang sama Anies dan Sandi juga menjajal bus tingkat gratis dari halte Balai Kota dan dilanjutkan dengan naik bus Transjakarta untuk meninjau underpass Mampang-Kuningan. Bahkan di dalam bus mereka terlihat duduk berdampingan dan hari itu ditutup dengan pulang bersama menggunakan sepeda motor, di situ juga Anies mengantar Sandi ke rumah pribadi Sandi.

Kegiatan pada hari Rabu (18/10) mereka berdua juga terlihat bersama mengunjungi SDN 04 dan 07 Cawang Jakarta Timur. Dan pada hari ini, Kamis (19/10) walau tidak datang secara bersama-sama tapi pada agenda siang harinya mereka berdua mengunjungi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Selatan.

Namun ada yang berbeda, usai dari Kejaksaan Tinggi Anies-Sandi terpisah untuk sementara. Siang itu Anies kembali ke kantornya di Balai Kota DKI Jakarta sedangkan Sandiaga berkunjung ke Dinas Pendidikan. Dan kembali bertemu untuk membahas progres MRT.

Saat dikonfirmasi soal pembagian tugasnya, Anies mengatakan semua memang saat ini dikerjakan secara bersama, sampai nanti ditentukan pembagian tugas yang pas.

"Sambil jalan nanti melihat, siapa konsentrasi apa," jelas Anies di Balai Kota DKI Jakarta.

Saat ditanyakan ke Sandi, ia hanya mengatakan sedang mencoba suatu konsep pemerintahan yang kekinian, yaitu tidak memakai ego sektoral. Misalnya terkait transportasi publik MRT, ia berpengalaman di bidang eksekusi. Gubernur Anies di bidang pengendalian.

"Tadi di Disdik, sebenarnya pak Anies, tetapi karena saya ada pengalaman membidik isu-isu mengenai masalah anak-anak yang putus sekolah dan kewirausahaan, itu saya kerjakan," kata Sandi.

Beda Anies-Sandi beda pula saat Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai dilantik 2012 lalu. Saat itu, Jokowi tidak ingin berlama-lama merealisasikan janji-janjinya semasa kampanye.

Di hari pertama setelah dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta, Jokowi langsung menyambangi warga Jakarta melakukan kunjungan kerja ke pemukiman warga. Di pinggiran Kali Ciliwung, Jokowi mendapatkan pemaparan soal rencana pembangunan kampung susun.

Dia pun menyambut baik rencana itu bahkan memerintahkan dinas PU untuk segera mengukur lahan yang dibutuhkan. Kala itu, jika dalam waktu seminggu pengukuran rampung dilakukan, maka akan segera diputuskan mengenai kebijakan yang diambil. Kawasan bantaran kali di Bukit Duri akan menjadi percontohan.

Sedangkan Ahok tidak ikut bersama Jokowi ke pemukiman warga. Ahok langsung bergerak membenahi birokrasi. Ahok juga mendampingi Jokowi rapat dengan jajaran Pemprov DKI. Ahok selanjutnya rapat dengan Bapeda.

Di hari selanjutnya, Jokowi mendampingi Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta International Expo Kemayoran. Saat itu diwarnai kejadian unik. Jokowi ikut mengangkat dan menggeser gong yang akan dipukul SBY sebagai tanda membuka acara.

Sedangkan Ahok menggelar inspeksi mendadak di setiap ruangan dinas yang berada di Gedung G Pemprov DKI. Didampingi sejumlah pejabat eselon satu dan dua Pemprov DKI Jakarta, Ahok yang berpakaian warna coklat muda khas pegawai negeri sipil, berkenalan dan bersilaturahmi dengan para kepala biro dan PNS Pemprov DKI yang berada di 18 lantai.

"Saya mendapat perintah dari pak gubernur untuk mengunjungi satu per satu lantai di gedung ini," kata Ahok saat itu.

Dalam sidak, Ahok sempat berpesan kepada Kepala Biro Umum DKI untuk memaksimalkan ketersediaan kamera CCTV di setiap lantai, dan ruangan yang ada di gedung komplek kantor Balaikota DKI.

"Saya ingin bisa memantau kerja SKPD dari ruangan saya. Begitu pula dengan lurah, camat, walikota, CCTV-nya supaya bisa disambungkan, bisa dipantau kerjanya," tuturnya.

Hari ketiga, Jokowi mengantor di Balai Kota. Begitu pula dengan Ahok di kantor dengan memberi pengarahan pegawai Pemprov DKI Jakarta di Balai K [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini