Melihat Lebih Dekat Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Bogor

Senin, 27 Juni 2022 17:04 Reporter : Rasyid Ali
Melihat Lebih Dekat Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Bogor Dampak banjir dan longsor di Bogor. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir bandang dan longsor memporak porandakan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu (22/6). Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan memastikan untuk merelokasi warga di Desa Cibunian.

Menurut Iwan, perlu mitigasi yang tepat sebelum merelokasi warga yang pernah menjadi korban longsor, agar tidak kembali mengalami kejadian serupa di kemudian hari.

Pasalnya, longsor di Desa Cibunian pernah terjadi pada 2015, kemudian warga direlokasi, namun hunian tetap yang telah disiapkan Pemkab Bogor, justru kembali longsor pada Rabu lalu.

"Ya karena itu katanya permintaan warga. Tapi ternyata longsor lagi. Akibatnya ada dua korban meninggal dunia. Ke depan harus ada mitigasi yang lebih baik," kata Iwan saat mengunjungi Desa Cibunian, Senin (27/6).

Secara keseluruhan, longsor di Desa Cibunian, terjadi di Kampung Babakan RW08, Kampung Cimanggu RW13, Kampung Bandara Jaya RW09, Kampung Bajakan RW07 dan Kampung Rawa RW12.

"Rumah terdampak ada 16. Rusak berat enam unit, rusak sedang tujuh unit, hilang tiga unit dan empat jembatan putus. Serta ada dua korban jiwa," tutur Iwan.

Iwan menjelaskan, Pemkab Bogor telah menghitung kebutuhan anggaran untuk penanganan pascabencana di Kecamatan Pamijahan ini.

"Rencana rehabilitasi itu ada 35 unit, relokasi mandiri 47 unit. Kebutuhan anggaran hasil estimasi, untuk rehabilitasi Rp530 juta dan relokasi Rp2,7 miliar," jelas Iwan.

Selain di Cibunian, Pemkab Bogor juga menyiapkan anggaran serupa untuk Desa Gunung Picung. Yakni rehabilitasi lima rumah rusak berat Rp60,5 juta dan rehabilitasi 65 unit rumah rusak sedang Rp90 juta.

Iwan juga menegaskan, Pemkab Bogor fokus untuk membuka akses jalan yang tertutup akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (22/6) petang lalu.

"Hasil peninjauan, di Leuwiliang dan Pamijahan itu infrastrukturnya cukup berat. Jadi kami dorong untuk pembenahan infrastruktur dulu, untuk memudahkan mobilisasi bantuan," tutur Iwan.

Terlebih di Leuwiliang, akses jalan terputus mencapai delapan kilometer. Padahal jalur tersebut menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi. Ada pula jembatan putus sehingga Pemkab Bogor ingin mendirikan jembatan bailey.

"Jembatan bailey dulu. Karena ini kan jalur vital untuk mobilitas warga. Jadi kita buka infrastruktur dulu, supaya tidak ada yang terisolir, sehingga bantuan dan mobilitas warga dapat berjalan," tegas Iwan.

[cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Be Smart
  3. Tanah Longsor
  4. Bogor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini