Melihat bra batok kelapa yang diminati warga asing

Kamis, 19 April 2018 13:14 Reporter : Moh. Kadafi
BH Batok Kelapa Masih Diminati di Pasar Luar Negeri. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Air kelapa merupakan salah satu minuman yang sangat diminati di Indonesia. Selain rasanya yang segar dan manis juga menyehatkan bagi yang mengonsumsinya.

Namun, selain air dan isinya, batok kelapa juga menjadi aksesoris yang elok nan indah. Seperti yang dilakukan oleh salah satu perajin batok kelapa, bernama Abdul Aziz (35).

Di tangan pria kelahiran Desa Glingsiran, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini, batok kelapa disulap menjadi aksesori bermacam rupa, mulai dari tas bulat batok kelapa, buste hounder (BH) atau bra wanita, mangkok, cangkir, dompet dan banyak lainnya.

Saat ditemui di gudang tempat kerjanya, di Jalan Uluwatu, Desa Kelan, Blok M, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, Aziz sapaan akrabnya menceritakan membuat kerajinan batok kelapa tersebut berawal pada tahun 2009. Saat itu, dirinya kedatangan seorang guide (pembimbing turis) yang membawa tamu bernama Aldo asal negara Australia.

"Tamu itu meminta saya membuatkan tas bulat dan BH dari batok kelapa. Kemudian, dia ngasih contoh tas tersebut yang dia (Aldo) bawa dari Thailand, lalu meminta saya membuatnya," ungkapnya, Kamis (19/4).

Mendapat pesanan tersebut, Aziz mulai mencoba dengan berusaha keras untuk membuat tas bulat dan BH batok kelapa. Pesanan bule tersebut bisa ia selesaikan dengan sempurna.

"Akhirnya saya buatkan saja. Awalnya bingung karena membutuhkan keterampilan khusus untuk membuat tas dan BH. Tapi lama-kelamaan bisa juga," imbuhnya.

Dari kreativitas yang digelutinya, Aziz mulai mendapat orderan kerajinan batok kelapa tersebut. Bersama istrinya Fatminah. Pasangan suami istri ini kompak terus membuat dari bahan batok kelapa tersebut.

Aziz mengaku untuk kerajinan batok kelapa banyak diminati oleh negara luar, seperti Hawaii dan Australia, juga ada sampai ke Eropa. Menurutnya, saat ini yang masih diminanti di luar negeri adalah kerajinan BH batok kelapa.

"Kalau yang masih ramai BH batok kelapa. Itu yang banyak pesan dari Hawaii dan Australia. Tapi ada juga art shop-art shop yang pesan, kalau stok kerajinan di art shop sudah hampir habis," jelasnya.

Aziz juga mengungkapkan, bahwa pasar kerajinan batok kelapa untuk tahun ini sangat sepi. Selain itu, untuk harga kerajian batok kelapa sangat murah. Tas bulat kelapa yang dijualnya hanya berkisar Rp 15 ribu, sedangkan BH tergantung ukuran.

"Kalau BH ukuran yang paling kecil hanya Rp 10 ribu, kalau yang besar hanya Rp 15 ribu. Soalnya saya jual ke art shop bukan ke pembelinya langsung," ungkapnya.

Menurut Aziz, jika saat sepi menjual kerajinan batok kelapanya di Art Shop-shop langganannya. Namun, saat ini pasar kerajian batok kelapa lagi sepi. Selain itu, untuk untung dari kerajinannya hanya sedikit karena ditawar murah.

"Kecuali ada tamu dari luar negeri yang pesan kemungkinan bisa naik sedikit harganya. Tapi kalau jual sama bule saya tidak tahu bahasa asing makanya kadang saya kebingungan ngasih harga. Padahal, modalnya buat satu batok kelapa sama BH bisa sekitar Rp 8 ribu, itu belum lagi dihitung ongkos kirim dan lain-lainya. Iya tidak apa-apa yang penting dapat untung daripada menganggur," tuturnya.

Aziz, juga berharap kerajinan batok kelapanya kembali ramai dan wisatawan asing semakin ramai ke Bali. Sehingga, ekonomi di Bali berjalan dengan baik.

"Semoga kembali ramai kerajinan batok kelapa biar bisa mencukupi hidup, dan tambah ramai Bali biar para pengerajin terus dapat orderan," harapnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Bali
  2. Unik
  3. Fashion Wanita
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini