Melanggar administratif, 16 warga negara asing dideportasi Imigrasi Depok

Rabu, 29 Agustus 2018 04:31 Reporter : Nur Fauziah
Melanggar administratif, 16 warga negara asing dideportasi Imigrasi Depok Imigrasi. merdeka.com

Merdeka.com - 16 warga negara asing (WNA) dideportasi Kantor Kelas II Imigrasi Depok, Jawa Barat. Mereka yang dideportasi terhitung sejak Januari hingga Agustus 2018. Ke-16 WNA tersebut dideportasi ke Negara asalnya karena masalah administratif.

"Mereka semua dideportasi sebanyak 16 orang karena penyalagunaan izin tunggal," kata Kepala Kanim II Depok Dadan Gunawan, Selasa (28/8).

16 WNA yang dideportasi itu diketahui ketika petugas melakukan razia. Mereka berasal dari sejumlah Negara.

Antara lain Kongo satu orang, Korea Selatan tiga, Belanda satu, Brazil satu, Nigeria dua, Amerika satu, Mesir dua, Guinea Bissau satu, Yaman satu, Spanyol satu, Inggris satu, dan Jepang satu orang.

"Mereka menyalahgunakan atau melakukan kegiatan tidak sesuai dengan maksud tujuan pemberian izin tinggal," tukasnya.

Dia mengatakan, pihaknya rutin melakukan razia untuk menertibkan WNA yang tidak melengkapi surat izin. Pihaknya mengaku tidak tebang pilih melakukan razia terpadu.

"Petugas tentunya akan mengambil tindakan apabila ada orang asing yang melanggar keimigrasian," tegasnya.

Catatan pihaknya, dibandingkan tahun lalu pada November, Kantor Imigrasi Depok telah menerbitkan 1.331 izin tinggal bagi WNA. Dari 1.331, di antaranya 142 perpanjang visa on arrival, 377 perpanjangan izin kunjungan, 35 alih status izin kunjungan ke KITAS, dan 302 penerbitan KITAS baru.

Di tahun 2016, jumlah penerbitan izin tinggal yang diterbitkan Kantor Imigrasi Depok pada tahun 2017 terjadi penurunan. Tahun 2016, Imigrasi Depok menerbitkan total 1.087 izin tinggal.

"Kemudian (izin tinggal) yang terbanyak berdasarkan warga negara yakni di urutan pertama Korea Selatan, kedua Jepang, kemudian India, Australia dan terakhir Malaysia," ungkapnya.

Untuk penerbitan izin tinggal bagi WNA yang ada di Depok kebanyakan adalah untuk sekolah. Sedangkan lainnya adalah untuk bekerja, keluarga, anak, suami, istri pengikut TKA (Tenaga Kerja Asing) dan agama.

"Atau dalam rangka misionaris keagamaan, misalnya ada ulama dari Arab hendak melakukan ceramah di Depok, misalnya," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Imigrasi
  2. Razia WNA
  3. Deportasi
  4. Depok
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini