Mekanisme dan Juknis Dana BOS Lebih Baik, Kepsek Tak Perlu Repot Cari Pinjaman

Kamis, 29 April 2021 12:31 Reporter : Merdeka
Mekanisme dan Juknis Dana BOS Lebih Baik, Kepsek Tak Perlu Repot Cari Pinjaman Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semakin baik dalam hal mekanisme dan penyalurannya. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Kepala SMA 8 Surabaya Mugono. Menurut Mugono, dampak dari adanya dana BOS sangat luar biasa untuk dunia pendidikan seperti halnya di sekolah yang dia pimpin.

"Dampaknya Luar biasa. Artinya begini mekanisme penyaluran dana BOS sekarang dari Kemendikbud langsung ke rekening sekolah. Ini berdampak sekali pada ketepatan waktu salur dan jumlah salur yang kita terima setiap 4 bulan sekali," ujar Mugono dalam wawancara dengan merdeka.com.

Menurut Mugono, dulu dana BOS dari Kemendikbud turun ke Dinas Pendidikan Provinsi baru kemudian ke sekolah. Dengan mekanisme tersebut Dana BOS sering sekali datang terlambat. Hal ini ini cukup membuat para kepala sekolah pusing karena harus mencari dana talangan untuk operasional sekolah.

"Waktunya dulu sering terlambat. Pusing Mas dulu itu. Kepala Sekolah harus cari-cari utangan untuk nutup biaya operasional sekolah. Tapi dengan mekanisme yang baru ini dimana dana BOS dari Kemendikbud langsung ke rekening sekolah jadi kita sangat terbantu sekali," ujar Mugono.

SMA 8 Surabaya kata Mugono selama ini sangat menggantungkan biaya operasional dari BOS. Dari tiga sumber pemasukan, kata Mugono, dana BOS adalah yang paling besar untuk menunjang operasional SMA 8 Surabaya.

"Persentase dari Dana BOS sekitar 46, 1 persen. Kemudian BOS daerah mencapai 24,4 persen dan partisipasi secara sukarela yang berasal dari komite sekolah. Nah untuk komponen ketiga ini beda-beda setiap sekolah. Kalau untuk SMA 8 Surabaya mencapai 29,5 persen. Artinya yang paling besar atau dominan tetap dana BOS dari Kemendikbud," ujar Mugono.

Dana BOS juga sangat menunjang bagi persiapan pembelajaran tatap muka. Menurut Mugono sesuai dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler dijelaskan dana BOS bisa digunakan untuk pembelian alat habis pakai Covid-19.

"Jadi sesuai Permendikbud Itu bisa kita gunakan untuk membeli masker atau handsanitiser dalam rangka untuk persiapan pembelajaran tatap muka. Termasuk juga untuk perbaikan toilet," ujar Mugono.

Mugono megakui bahwa secara mekanisme dan teknis, penyaluran dana BOS saat ini sudah sangat baik. Hal itu menjadikan para kepala sekolah tidak perlu repot-repot mencari dana talangan.

"Aturan soal mekanisme dan juknis yang dibuat oleh menteri Mas Nadiem ini sudah sangat baik. Kita sebagai kepala sekolah jadi tidak perlu pusing-pusing lagi," imbuhnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kemendikbud
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini