Megawati Sebut Kepemimpinan Strategis Bantu Atasi Ancaman Global Warming

Jumat, 11 Juni 2021 16:26 Reporter : Merdeka
Megawati Sebut Kepemimpinan Strategis Bantu Atasi Ancaman Global Warming Jokowi berikan arahan di Istana Negara. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden ke-5 RI Indonesia, Megawati Soekarnoputri berbicara soal ancaman nyata global warming. Menurut dia, kepemimpinan strategis akan membantu mengatasi fenomena perubahan iklim ekstrem dapat diatasi.

"Perubahan iklim secara ekstrem juga menciptakan bencana lingkungan yang sangat dahsyat. Di sinilah kepemimpinan strategis harus memahami aspek geopolitik," Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6/2021).

Megawati pun mengutip sejumlah pakar mengenai teori kepemimpinan strategis. Mulai dari Stephen Gerrard hingga pemikiran dari Olson dan Simmerson mengenai psikologi kognitif, system thinking, dan game theory.

Megawati meyakini, apa yang disampaikan para pakar itu penting karena menjelaskan bagaimana kepemimpinan strategis bekerja.

"Kepemimpinan bukan hanya disebut sebagai suatu ilmu, tetapi juga sebuah seni karena sifatnya yang selalu ada dalam dialektika bersama dengan aktor-aktor lain,” jelas Megawati.

Megawati menyatakan, pemimpin harus memiliki kemampuan memahami sistem berperilaku, memiliki cara pandang multidimensional yang jernih untuk bisa menafsirkan interaksi dalam kerumitan realitas hingga kemampuan mengkalkulasi dengan cermat dengan setiap langkah dan pergerakan.

Menurut Megawati, kepemimpinan strategis memerlukan sense of direction, berupa keyakinan atas arah tujuan visi yang akan dicapai. Ia juga memerlukan sense of discovery guna menemukan gagasan terobosan, membuka ruang kreatif, ruang daya cipta sebagai esensi peningkatan taraf kebudayaan masyarakat.

"Kepemimpinan Strategis mengkombinasi antara leadership, sense of direction, dan sense of discovery yang akan menentukan jalan perubahan," yakin dia.

Dia juga percaya, jalan perubahan itu adalah proses migrasi dari taraf sebelumnya, bergerak progresif dalam peningkatan kemajuan, dengan meminimalkan dampak, meminimalkan proses trial and error atau proses berkemajuan yang berwatak progresif, berkelanjutan, namun bersifat sistemik sekaligus transformasional dan kontekstual.

“Kristalisasi perubahan strategis tersebut pada akhirnya diharapkan dapat menjadi kultur strategis atau strategic culture yang menjadi profil identitas budaya dan karakter Bangsa," tandas dia.

Reporter: M Radityo [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini