Megawati sayangkan bukti sejarah RI malah banyak di Belanda

Kamis, 25 Agustus 2016 13:58 Reporter : Faiq Hidayat
Megawati sayangkan bukti sejarah RI malah banyak di Belanda Megawati. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyebutkan dokumen arsip nasional atau bukti-bukti sejarah Indonesia masih banyak di Belanda. Akibatnya, mahasiswa yang ingin melakukan penelitian harus pergi ke Belanda untuk melihat sejarah Indonesia.

"Sampai saat ini belum terkomplikasi, anak muda kalau mau kumpulkan disertasi sangat sulit sekarang, harus pergi negeri Belanda. Karena justru bukti sejarah sebagai arsip banyak di Belanda," kata Megawati di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).

Menurut dia, seharusnya arsip nasional dan bukti sejarah mudah didapatkan atau ditemui Indonesia. Karena tanpa bukti sejarah, generasi penerus akan kehilangan nilai-nilai perjuangan pahlawan.

Oleh sebab itu, Presiden ke 5 ini meminta pemerintah membangun gedung arsip, perpustakaan dan museum untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah.

"Bahwa dulu yang mempunyai ketertarikan sebagai presiden itu (soal arsip nasional), mungkin karena saya perempuan. Saya yang memotivasi arsip begitu perlu perpustakaan, perlu museum. Memang waktu itu membantu ke arsipan, arsip gampangnya mencari jejak sejarah," kata dia.

Selain itu, kata dia, Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang sudah menjadi memory of the world harus dijaga dengan baik. Dalam KTT Asia-Afrika itu, Indonesia menjadi tuan rumah di Bandung pada tahun 1955 tahun lalu.

"Tadi memang dengan perjuangan arsip Indonesia yang KTT AA, disetujui sebagai memory of the world. Semua bangsa bisa melihat moa dan heritage rupanya di dunia ini dalam proses kemanusiaannya, bangsa kita ini bangsa yang besar. Semangat itu menghayati bangsa lain," tandasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini