Megawati: Pancasila Menjadi Dasar dan Tujuan Menghadapi Turbulensi Peradaban

Jumat, 11 Juni 2021 16:27 Reporter : Merdeka
Megawati: Pancasila Menjadi Dasar dan Tujuan Menghadapi Turbulensi Peradaban Megawati Soekarnoputri. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meyakini jika Pancasila dapat menjawab disrupsi akibat perkembangan teknologi yang dihadapi manusia. Dia menggarisbawahi, satu hal melekat terkait hal itu adalah jati diri pada masa krisis berupa tanggung jawab.

"Disrupsi bisa diatasi dengan kepemimpinan strategik yang melekat dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila. Pancasila menjadi dasar dan tujuan di dalam menghadapi turbulensi peradaban," kata Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6).

Megawati melanjutkan, kepemimpinan strategik dalam perspektif ideologi bangsa Pancasila mengajarkan tiga hal. Pertama adalah filsafat, kedua adalah dasar haluan negara dan ketiga sekaligus cara pandang bangsa Indonesia terhadap dunia.

"Pancasila menjadi landasan yang menyeimbangkan atau bahkan mengoreksi, agar teknologi tetap menempatkan supremasi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal," kata dia.

Dengan Pancasila, sambung Megawati, ketika teknologi dicermati dalam perspektif Ketuhanan, maka teknologi tersebut harus mendorong persaudaraan seluruh umat manusia yang bertanggung jawab sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

“Teknologi dengan nilai Ketuhanan ini, menjadikan bumi seisinya untuk dijaga kelestariannya, keharmonisannya, dan menjadi rumah bagi seluruh makhluk hidup agar selalu berada dalam kesimbangan ekosistem kehidupan seluruh alam semesta,” beber Megawati.

Megawati menegaskan, kepemimpinan strategik melekat dan tidak bisa dipisahkan dengan pemahaman terhadap ideologi Pancasila. Dia percaya, sehebat-hebatnya disrupsi dan krisis yang terjadi, selama bangsa Indonesia punya pegangan Pancasila, maka akan bisa melewati berbagai ujian sejarah yang membentang.

Kepemimpinan strategik menempatkan penguasaan negara Indonesia atas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, untuk dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” dia menandasi.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini