Medan masih rawan sebagai tempat blusukan pengedar narkoba

Reporter : Yan Muhardiansyah | Rabu, 24 April 2013 13:16
Medan masih rawan sebagai tempat blusukan pengedar narkoba
narkoba. shutterstock

Merdeka.com - Kota Medan, Sumatera Utara rawan sebagai tempat keluar masuk pengedar narkoba. Sebab secara geografis daerah itu berada dekat dengan sejumlah daerah tetangga.

Oleh sebab itu, polisi kini kian ketat mengawasi perdagangan narkoba di daerah tersebut. "Medan akan terus dipantau dalam peredaran narkoba," kata Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari di Medan, Rabu (24/4).

Kasus paling anyar yang diungkap Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri adalah jaringan Malaysia-Medan-Banjarmasin-Lombok-Bali- Surabaya- Malang-dan Jakarta. Dari jaringan ini ditangkap 6 orang, 2 di antaranya tewas dibedil.

Penggerebekan jaringan pengedar ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan dan Perumahan Bukit Hijau Regency, Medan Selayang, Selasa (23/4) petang.

Petugas juga mengamankan barang bukti sekitar 9 kg sabu-sabu, 10.021 butir pil ekstasi, 6.785 butir erimin 5 (happy five). "Ekstasinya baru datang dari Tanjungbalai, Asahan," terangnya.

"Di Tanjung Balai, kita berharap semua instansi lebih peduli dengan masalah narkoba ini," tutur Arman.

[mtf]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Kasus Narkoba

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE