Mbah Terkun punya segudang cara obati santet

Senin, 4 April 2016 07:05 Reporter : Imam Mubarok
Mbah Terkun punya segudang cara obati santet santet. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Tak banyak orang yang memiliki profesi ganda menjadi dokter, sekaligus paranormal atau biasa dikenal 'Terkun' alias dokter dukun. Sebab mendalami profesi ganda selain harus menjalani sekolah kedokteran juga harus 'lelaku' batin dan berguru khusus. Dokter selalu mengarah kepada sesuatu yang bersifat ilmiah dan rasional, sementara paranormal atau dukun lebih mengarah kepada yang bersifat irrasional secara kaca mata orang biasa.

Salah satunya yang dilakukan dokter lulusan kampus kedoteran di Yogyakarta ini, yang lebih memilih tinggal di pedalaman untuk menjalani tugasnya sebagai dokter dan sekaligus sebagai paranormal. Selama menjalani tugas sebagai seorang dokter, sebut saja dokter Mbah, merdeka.com biasa memanggilnya dia adalah dokter yang nyentrik.

Jika orang awam melihatnya dia tak nampak seperti seorang dokter, berpakaian biasa kadang bersandal jepit, rambut jarang dirapikan meski sebenarnya seorang yang berkecukupan. Dia lebih layak disebut paranormal dari pada dokter yang sebenarnya.

Kurang lebih hampir 16 tahun merdeka.com mengenal si Mbah ini, selain menangani pasien-pasien yang sulit ditangani secara medis, si Mbah ini juga menangani pasien yang sakitnya tidak wajar. Salah satunya akibat guna-guna atau santet, teluh dan lain sebagainya.

Alasan si Mbah memberikan pelayanan ganda dikarenakan kasihan melihat sakit yang diderita pasiennya, dan harus diselesaikan untuk memberi rasa nyaman. Meski zaman semakin modern, ilmu santet atau guna-guna dalam kebudayaan masyarakat Nusantara nampaknya tak bisa dihapus begitu saja. Diakui atau tidak masyarakat Indonesia dengan adat ketimurannya masih lekat dengan hal-hal yang berbau mistis dan magis.

"Tetapi pendekatan yang saya lakukan lebih banyak pada pendekatan secara medis, baru kalau mentok ada penanganan khusus. Jumlahnya tak banyak, tapi ada dan harus diakui memang ada. Dan pendekatan ini lebih pada pendekatan personal salah satunya mengadakan wawancara dengan pasien, bagimana bisa terjadi dan juga kita bantu menyelesaikannya dan Alhamdulillah berhasil," kata si Mbah pada merdeka.com beberapa baru-baru ini.

Dalam memberikan pelayanan ganda, si Mbah lebih banyak bersifat menolong dari pada mengkomersilkan diri. Sebab prinsipnya menolong sesama manusia akan menjadi tabungan menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa nanti.

"Uang bisa dicari dari yang lain kan. Kalau pun saya sulit menangani, kawan-kawan banyak yang membantu," jelasnya.

Si Mbah menuturkan, bahwa tindakan orang yang melakukan perbuatan jahat salah satunya santet pasti akan menuai akibatnya bagi si penyantet di kemudian hari. Baik itu mengenai dirinya sendiri atau keturunannya.

"Secara umum, ilmu santet adalah ilmu hitam yang digunakan dalam upaya mencelakai orang lain dari jarak jauh. Dalam istilah Jawa wong bakal ngunduh wohing pakerti (orang akan mendapatkan balasan dari apa yang dia kerjakan). Oleh karena itu cara terbaik dari membentengi diri adalah selalu ingat dengan Tuhan, itu satu-satunya kunci dan selalu di jalan kebenaran," ujar Si Mbah.

Masih menurut Si Mbah, santet sendiri dilakukan dengan bantuan berbagai macam media mulai dari rambut, boneka, foto, rupa-rupa kembang, dupa, paku, kemenyan dan lain sebagainya.

Seseorang yang disantet akan mengalami peristiwa yang kadang tak masuk di akal, seperti cacat mendadak, sakit menahun, hingga meninggal dunia.

Santet biasanya dilakukan oleh seorang dukun santet yang diminta untuk

membalaskan dendam atau sakit hati kepada orang lain.

"Banyak yang masih mendalami ini dan menjadi mediator bagi orang yang memiliki niat jahat mencelakai orang lain. Sebab ilmu ini sudah ada sejak zaman dahulu dan masih terus berkembang hingga sekarang. Sekali lagi mendekatkan diri kepada Tuhan adalah cara terbaik menghindari dari santet dan berlaku pada jalan kebenaran," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Santet
  2. Dukun Santet
  3. Mistis
  4. Kediri
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini