May Day di Surabaya, sesama buruh terlibat adu jotos

    Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 1 Mei 2013 17:04
    May Day di Surabaya, sesama buruh terlibat adu jotos
    Demo buruh Surabaya ricuh. ©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Keributan kembali terjadi dalam demonstrasi buruh se-Jawa Timur di depan Gedung Neagar Grahadi, Surabaya. Kali ini keributan terjadi antara sesama buruh.

    Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanRibuan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang datang sekitar pukul 15.00 WIB, kesulitan menerobos massa aksi dari Konfederasi Serikat Nasional (KSN) dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) yang dikomandoi Andi Peci.

    Massa KSN dan GMNI yang datang sejak pagi tadi enggan memberi jalan masuk kepada massa FSPMI yang datang membawa keranda mayat dan foto Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

    Perang mulut antara mereka pun terjadi. Padahal saat itu anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka tengah berorasi.

    "Kita sama-sama buruh, memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk kesejahteraan kaum buruh. Tolong saudara Andi Peci, massa diatur, kita sama-sama saudara, jangan ribut karena segelintir orang," teriak salah seorang buruh, Mudjiono, Rabu (1/5).

    Namun, situasi yang sudah mulai dingin kembali memanas saat Rieke kembali berorasi. Entah apa pemicunya, tiba-tiba massa buruh yang berada di barisan belakang terlibat adu pukul.

    Meski Rieke dan koordinator aksi terus berteriak agar bentrokan dihentikan, massa buruh tetap adu pukul. Sementara polisi yang disiagakan untuk menjaga Gedung Grahadi akhirnya turun tangan untuk melerai aksi tersebut setelah beberapa personel terkena pukulan.

    Namun, polisi tak berhasil menghentikan bentrokan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut. Polisi menangkap sejumlah orang yang diduga menjadi provokator.

    Saat situasi mulai kondusif, Rieke kembali melanjutkan orasinya. Dalam orasinya, Rieke kembali meneriakkan kemerdekaan para buruh.

    "Sistem outsourcing, adalah bentuk penindasan bagi kaum buruh. Maka kita sepakat untuk mendesak pemerintah agar segera membubarkan outsourcing," tegas dia.

    [dan]

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE