Masyarakat Dinilai Sudah Bosan dengan Isu Liar Potensi Timbulkan Konflik

Senin, 28 November 2022 14:06 Reporter : Didi Syafirdi
Masyarakat Dinilai Sudah Bosan dengan Isu Liar Potensi Timbulkan Konflik parade bhineka tunggal ika. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kelompok radikal kerap mempromosikan narasi ilusi khilafah sebagai solusi problem kebangsaan. Narasi itu dinilai sebuah kekeliruan atas sempitnya pola pikir dan pengetahuan.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, Jihaduddin mengatakan, masyarakat sudah tidak tertarik dengan isu tersebut. Jihad menilai masyarakat bosan enggan menanggapi narasi-narasi liar yang terus-menerus digulirkan.

"Sekarang masyarakat sudah tidak minat dengan narasi seperti itu, sudah biasa saja menanggapinya," kata Jihad dalam keterangannya, Senin (28/11).

Jihad menjelaskan, ketika semua umat menyadari bahwa fungsi agama adalah untuk menyelesaikan berbagai masalah, maka diyakini kondisi bangsa akan baik saja. Menurutnya, hal itu terlihat Forum Agama G20 atau Religion of Twenty (R20) yang bagian dari rangkaian perhelatan KTT G20 lalu.

"Agama untuk menyelesaikan masalah apapun. Bukan untuk menjadikan konflik," ujar Jihad yang hadir di forum tersebut.

Pria yang juga Wakil Rektor Universitas Mathla'ul Anwar Banten ini kembali menegaskan, bahwa khilafah bukan solusi untuk problem kebangsaan. Namun, pemerintahan bersih dan masyarakat yang menyadari sejarah pembentukan bangsa merupakan kunci dalam menghadapi berbagai permasalahan.

"Jadi saya sepakat bahwa bukan persoalannya khilafahnya, tapi pemerintah manapun kalau dia sesuai dengan perundang-undangan berlaku, kesepakatan bangsa yang berlaku, saya kira semuanya akan baik dan bisa diatasi," jelasnya.

Dia menilai kondisi masyarakat yang sudah tidak tertarik dengan isu khilafah menjadi kesempatan semua pihak untuk lebih masif menanamkan nilai aqidah dan akhlak kepada masyarakat. Ditanamkan juga nilai ke-Indonesiaan bagaimana menghargai sejarah perjuangan para founding fathers.

"Bagaimana bangsa ini harus kita rawat dan jaga bersama, bahwa itu semua adalah milik kita," tandasnya.

[did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Konflik Sosial
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini