Masuk bursa Capres di PKS, Aher lakukan komunikasi dengan sejumlah pihak

Kamis, 12 Juli 2018 05:37 Reporter : Aksara Bebey
Aher membuka perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mulai terbuka soal namanya yang masuk dalam kandidat calon presiden. Ia secara tegas siap maju di Pilpres jika hal itu berdasarkan mekanisme keputusan partai dan koalisi.

Ia menerangkan, selain dorongan dari masyarakat, persoalan sosok yang maju di Pilpres itu banyak hal yang harus disiapkan, tidak bisa atas inisiatif sendiri.

"Pada dasarnya saya akan ikut mekanisme sampai ada keputusan akhir. Kan ada mekanisme (penunjukan) dari partai juga koalisi," katanya saat ditemui di Bandung, Rabu (11/7).

Selain mengikuti mekanisme yang berlaku, pria yang akrab disapa Aher ini akan terus menjaga hubungan dengan pengurus partainya bernaung, PKS, sekaligus berkomunikasi dengan figur calon presiden lain. Meski begitu, ia mengaku tidak bisa mengungkap siapa figur-figur tersebut.

Hal ini, menurutnya hal lumrah untuk kemungkinan membuka peluang mencari pasangan yang terbaik. Upaya tersebut terbuka untuk siapapun hingga tenggat waktu pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum pada 10 Agustus 2018.

"Pada suatu saat, mungkin ketika saya bertemu dengan tokoh yang juga dijagokan untuk kandidat nasional, mungkin ya kan akan diketahui oleh publik nanti," terangnya.

"Saya kira kesempatan (Capres-Cawapres) ini terbuka pada siapa pun. Tentu kita terus melakukan komunikasi dengan pihak mana pun," sambungnya.

Disinggung mengenai capres, Aher kali ini lebih tegas menyatakan siap. Apalagi, ia sudah diinstruksikan oleh partai untuk siap.

Ia menunggu mekanisme berikutnya dari partai yang akan mengerucutkan nama calon yang dipilih, sekaligus menunggu Keputusan MK soal presidential threshold (PT).

"Kan akan lebih gemuruh lagi kalau pencalonan PT-nya itu dinolkan. Siapa pun berhak dan kemudian sesuai dengan partai kan," terangnya.

"Kalau jumlah partainya sepuluh berarti kemungkinan bisa sepuluh pasang. Atau ada beberapa gabungan atau masing-masing memunculkan kan gak ada persoalan, kalau threshold-nya diperkecil akan sangat bisa banyak untuk kemungkinan pencalonan ke depan," jelasnya.

Aher menilai, makin banyak pasangan calon ke depan yang muncul, akan lebih bagus karena demokrasi akan semakin sehat dan pilihan masyarakat juga makin beragam.

Ia berharap, apapun keputusan MK dan hasil dari mekanisme partai beserta koalisinya bisa menghasilkan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia.

Seperti diketahui, PKS merilis sembilan nama yang ditawarkan menjadi calon presiden. Mereka adalah Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Irwan Prayitno.

Lalu Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini