Massa Pendukung Ketua PA 212 Kembali Geruduk Polresta Surakarta

Sabtu, 16 Februari 2019 16:02 Reporter : Arie Sunaryo
Massa Pendukung Ketua PA 212 Kembali Geruduk Polresta Surakarta Massa Pendukung Ketua PA 212 Kembali Geruduk Polresta Surakarta. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sekitar seratusan pendukung Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif kembali mendatangi Mapolresta Surakarta, Sabtu (16/2). Massa dari berbagai ormas Islam tersebut membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan sejumlah spanduk.

Sebuah spanduk besar bertuliskan 'STOP KRIMINALISASI ULAMA' dibentangkan diatas panggung mobil.

Di atas panggung mobil komando tersebut, sejumlah peserta aksi berorasi. Mereka memprotes Polresta Surakarta yang menetapkan Slamet Ma'arif sebagai tersangka kasus pelanggaran kampanye. Mereka meminta aparat penegak hukum adil dalam bersikap. Massa menuding aparat melakukan diskriminasi dalam kasus Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi tersebut.

"Aksi yang kami lakukan ini merupakan bentuk dukungan moral kepada Slamet Ma'arif yang akan diperiksa sebagai tersangka di Mapolda Jateng," ujar koordinator aksi, Endro Sudarsono.

Endro mengatakan, Slamet Ma'arif disangkakan melanggar undang-undang pemilu. Padahal Slamet Ma'arif tidak secara jelas menyebut nomor ataupun nama seseorang, namun tetap dinyatakan sebagai tersangka.

Endro membandingkan kasus lainnya dari kubu paslon Jokowi-Ma'ruf yang tidak pernah diusut. Dalam kasus tersebut, polisi dianggap tidak netral karena hanya mengusut kasus dari kubu Prabowo-Sandi.

"Di Sukoharjo, ada atribut, ada alat peraga kampanye, ada kaos, topi, ada angka 01. Kemudian ada gambar capres dan cawapres, tapi hanya diberi sanksi dalam bentuk pelanggaran administrasi kampanye," kesalnya.

Endro mengaku belum mengetahui apakah Senin besok akan mengadakan aksi di Solo. Pada hari itu rencananya Slamet Ma'arif akan diperiksa di Mapolda Jateng. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini