Maskapai-Maskapai yang Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara

Kamis, 1 Agustus 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Maskapai-Maskapai yang Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Bandara Kertajati. ©2018 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Beberapa maskapai penerbangan memilih menghentikan sementara pengoperasian di salah satu bandara Indonesia. Alasan penghentian operasi tersebut karena berbagai alasan. Salah satunya mengurangi kerugian. Meski begitu, mereka akan membuka rute dari dan ke bandara tersebut untuk waktu yang akan ditentukan.

Berikut maskapai Indonesia yang menutup sementara rute penerbangan ke beberapa bandara di Indonesia:

1 dari 3 halaman

Citilink

Maskapai penerbangan Citilink menghentikan sementara penerbangan ke Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Alasannya karena sepi penumpang. Ada tiga rute yang diberhentikan sementara oleh pihak manajemen maskapai Citilink Indonesia, yakni Kertajati-Medan, Kertajati-Denpasar, dan Kertajati-Palembang. Kebijakan itu berlaku Jumat (26/7).

"Keputusan ini dilakukan setelah hasil evaluasi. tingkat keterisian penumpang (load factor) dalam penerbangan itu relatif rendah," ujar VP Corporate Secretary dan CSR Citilink Indonesia, Resty Kusandarina.

Meski demikian, untuk rute lain, pihaknya memastikan masih tetap beroperasi. Yakni Kertajati- Pekanbaru serta Surabaya-Kertajati. Hanya saja, evaluasi tetap akan dilakukan untuk menunjang kinerja perusahaan.

"Sebagai maskapai berbiaya rendah (LCC) premium di Indonesia, Citilink senantiasa melakukan evaluasi terhadap rute-rute yang dibuka. Agar setiap rute penerbangan yang dioperasikan Citilink berlangsung dengan lebih optimal," ujar Resty.

2 dari 3 halaman

Sriwijaya Air

Sriwijaya Air hentikan sementara pengoperasian di Bandara Manokwari. Hal ini dilakukan buntut dari ucapan Kadis Perhubungan dan Informatika Papua Barat, Agustinus Kadakolo.

“Mulai 30 Juli 2019 ini kami sementara akan suspend penerbangan dari dan menuju Manokwari,” ujar Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air, Retri Maya dalam keterangan tertulisnya.

Mendengar kabar penghentian sementara operasi Sriwijaya Air di Bandara Rendani, Manokwari, Agustinus Kadakolo akhirnya mengirimkan permintaan maaf melalui sebuah surat yang dituju kepada pihak Sriwijaya Air.

"Kami sebagai instansi teknis di Wilayah Provinsi Papua Barat menanggapi hal itu secara serius. Kemungkinan ada hubungan dengan pernyataan yang pernah atau telah kami ucapkan kepada pihak Sriwijaya Air di Bandar udara Rendani Manokwari beberapa waktu lalu," kata Agustinus.

"Kami sangat memohon maaf sekiranya surat dari Sriwijaya Air ada hubungan dengan pernyataan atau argumen yang pernah dilontarkan serta dipublikasikan melalui media massa dan media sosial, sehingga menimbulkan image masyarakat bahwa perihal cancel flight Sriwijaya disebabkan karena pernyataan kepala dinas perhubungan," kata Agustinus.

3 dari 3 halaman

Batik Air

Batik Air dan Citilink menghentikan pengoperasian di Bandara Tjilik Riwut, Balikpapan. Alasannya, bandara tersebut masih sepi penumpang dan mengakibatkan kerugian jika pesawat dioperasionalkan. Padahal belum setahun dua maskapai itu beroperasi di Bandara Tjilik Riwut.

"Ya, ada dua pesawat yang istirahat operasional, yakni Batik Air dan Citilink, karena penumpang makin merosot," Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kalteng, Terjo Piu.

Selain dua maskapai tersebut, Garuda Indonesia juga mengurangi frekuensi jumlah penerbangan dari dan ke Bandara Tjilik Riwut. "Terjadi pengurangan frekuensi penerbangan," kata Terjo.

Pihak Lion Air juga membenarkan adanya penghentian operasi di Bandara Tjilik Riwut. "Sementara istirahat dulu sejak awal Maret (2019)," kata dia. [has]

Baca juga:
Menengok Penyebab Bandara Kertajati Sepi Penumpang
Rangkap Jabatan Ari Askhara Tak Salahi Aturan
KPPU: Kasus Dugaan Kartel Harga Tiket Pesawat Masuk Persidangan
Citilink Pindahkan Sementara Penerbangan Domestik ke Terminal 2 Soekarno-Hatta
Inilah Tanggapan Garuda Indonesia Dituntut Rp100 Karena TV di Kursi Rusak

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini