Masjid di Singapura selalu berdesak-desakan saat puasa

Sabtu, 20 Juli 2013 05:31 Reporter : Ririn Radiawati
Masjid di Singapura selalu berdesak-desakan saat puasa Masjid Dultan. ©2013 Merdeka.com/Ririn Radiawati

Merdeka.com - Meskipun dipisahkan lautan dari Indonesia, menjalankan bulan puasa di negeri jiran, Singapura, memiliki pengalaman yang berbeda. Di negara Singa ini, populasi muslim hanya 15 persen dari total 5,18 juta orang yang tinggal di pulau kecil ini.

Meski hanya berbeda satu jam dengan Jakarta -waktu Singapura lebih cepat satu jam dibanding WIB-, namun waktu magrib di Singapura jatuh pada pukul 19.20 sementara subuh jatuh pada pukul 5.45.

Di Singapura, kegiatan selama Ramadan berpusat di daerah-daerah yang banyak ditinggali oleh umat muslim seperti Little India, Arab Street dan Bugis. Area yang paling populer untuk menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa adalah di sekitar Masjid Sultan yang terletak di sekitar Bugis, yang juga merupakan sentra turis di Singapura.

Di sekitar masjid tertua di Singapura tersebut biasanya telah ramai dengan penjual-penjual pakaian dan makanan. Setiap hari, terutama akhir pekan, daerah tersebut sesak dengan umat muslim yang ingin berbelanja atau sekadar menunggu buka puasa.

Makanan yang dijajakan pun bervariasi. Biasanya, makanan khas India seperti kari dan nasi biryani atau makanan khas Arab seperti muratabak dan juga pratat yang merupakan makanan khas Malaysia.

Sekitar 200 meter dari masjid tersebut, terdapat Arab Street yang tak kalah ramainya. Selain menjual menu biasa, restoran-restoran di sekitar jalan tersebut juga menyediakan kurma, air zam-zam dan beberapa menyuguhkan tapai sebagai menu buka puasa.

Meskipun tidak dihuni oleh mayoritas muslim, beberapa gerai makanan di Singapura tetap buka hingga waktu sahur tiba. Salah satunya adalah di gerai makanan Adams yang terletak di Jalan Bukit Timah.

Tak kalah ramai, adalah masjid-masjid di Singapura. Di singapura, terdapat sembilan masjid besar yang melayani sekitar 600.000 penduduk muslim yang berada di negara tersebut. Tak heran bila saat tarawih, masjid-masjid tersebut penuh dengan umat muslim yang menjalankan ibadahnya. Bahkan, tak jarang, hingga berdesakan.

Kendati populasi muslim hanya sedikit di Singapura, namun negara ini mempunyai lembaga ulama yaitu Majlis Ugama Islam Singapura. Lembaga ulama tersebut, sebelumnya telah mengumumkan jadwal puasa sekaligus Lebaran. Tak beda dengan Indonesia, Hari Raya Idul Fitri menjadi libur nasional di negara tersebut. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini